Membangun Ekosistem Literasi yang Inklusif dan Berkelanjutan
- 23 Feb 2026 07:52 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Literasi tidak lagi dimaknai sekadar kemampuan membaca dan menulis. Di era transformasi digital, literasi mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta memanfaatkannya secara bijak dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak dalam dunia pendidikan dan masyarakat luas.
Dikutip dari https://perpusnas.go.id/berita/indonesia-perkuat-ekosistem-literasi, ekosistem literasi adalah lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya baca dan belajar secara menyeluruh. Lingkungan ini tidak hanya melibatkan sekolah, tetapi juga keluarga, komunitas, media, hingga pemerintah. Lembaga seperti UNESCO bahkan menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi utama pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
| Baca juga: Menciptakan Ruang Kreatif bagi Masyarakat |
Inklusif berarti literasi harus dapat diakses oleh semua kalangan tanpa terkecuali—baik anak-anak, remaja, orang dewasa, penyandang disabilitas, maupun masyarakat di wilayah terpencil. Ketersediaan bahan bacaan yang beragam, penggunaan bahasa yang ramah, serta pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting dalam memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal.
Sementara itu, berkelanjutan berarti gerakan literasi tidak bersifat seremonial atau musiman. Program literasi perlu dirancang secara konsisten, terukur, dan terintegrasi dalam kebijakan pendidikan. Peran guru, orang tua, serta komunitas literasi sangat penting untuk menjaga semangat membaca tetap hidup dalam keseharian.
Di tingkat sekolah, refleksi pembelajaran, penyediaan pojok baca, hingga diskusi rutin buku dapat menjadi langkah sederhana namun efektif. Di masyarakat, taman bacaan dan kegiatan bedah buku dapat memperluas ruang dialog dan pertukaran gagasan.
Membangun ekosistem literasi juga berarti membangun budaya berpikir kritis dan toleran. Dengan literasi yang kuat, masyarakat lebih mampu menyaring informasi, menghindari hoaks, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....