Internet Jadi Infrastruktur Baru, Kunci Pertumbuhan Ekonomi Desa

  • 17 Feb 2026 06:20 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pembangunan ekonomi desa pada era digital tidak lagi hanya berbicara tentang jalan, jembatan, atau pasar fisik. Internet kini menjadi infrastruktur utama yang menentukan keterhubungan dan daya saing suatu wilayah.

Konektivitas digital berperan sebagai fondasi yang memungkinkan masyarakat desa mengakses informasi, layanan publik, serta peluang pasar. Tanpa akses internet yang memadai, desa akan semakin tertinggal dalam arus transformasi ekonomi.

Menurut laporan World Social Report 2021 yang diterbitkan oleh United Nations, peningkatan akses dan konektivitas internet dapat meningkatkan standar hidup masyarakat pedesaan tanpa harus bermigrasi ke kota. Teknologi digital membuka peluang pekerjaan yang sebelumnya terkonsentrasi di wilayah urban kini dapat diakses dari daerah pedesaan.

Pandangan ini menegaskan bahwa konektivitas bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan dasar pembangunan. Internet berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan desa dengan ekosistem ekonomi yang lebih luas.

Di Indonesia, langkah pemerataan konektivitas terus dilakukan. Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital melaporkan bahwa jaringan 4G telah hadir sekitar 91,4 persen di desa.

Meski demikian, masih terdapat ribuan desa yang belum sepenuhnya terjangkau layanan internet. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesenjangan digital masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan desa.

Dilansir dari situs Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, internet sebagai infrastruktur utama menjadi kunci inklusi ekonomi desa dan upaya mengatasi kesenjangan urban–rural. Pemerataan akses digital dinilai penting untuk memastikan seluruh masyarakat memiliki kesempatan ekonomi yang setara.

Ketika internet hadir secara stabil dan terjangkau, dampaknya terasa langsung pada aktivitas ekonomi. Pelaku UMKM desa dapat memasarkan produk secara daring, mengakses sistem pembayaran digital, serta menjalin kemitraan lintas wilayah.

Selain sektor ekonomi, layanan publik juga mengalami peningkatan kualitas melalui digitalisasi. Administrasi pemerintahan, layanan kesehatan, dan pendidikan menjadi lebih efisien dan transparan.

Namun, infrastruktur fisik saja tidak cukup. Penguatan literasi digital dan kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor pendukung agar konektivitas benar-benar menghasilkan nilai ekonomi.

Pembangunan desa pada era digital memerlukan pendekatan terpadu antara infrastruktur, kebijakan, dan pemberdayaan masyarakat. Internet harus diposisikan setara dengan jalan dan listrik sebagai fondasi pertumbuhan.

Dengan konektivitas yang merata, desa dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan. Internet bukan lagi pelengkap pembangunan, melainkan infrastruktur strategis yang menentukan masa depan ekonomi desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....