Upskilling dan Reskilling, Strategi Bertahan di Era Otomatisasi

  • 12 Feb 2026 18:50 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Gelombang otomatisasi dan kecerdasan buatan tidak lagi sebatas wacana, melainkan realitas yang sudah mengubah banyak profesi. Dunia kerja kini bergerak cepat, menuntut tenaga kerja yang lincah dan siap beradaptasi.

Menurut laporan McKinsey Global Institute, pada tahun 2030, sebanyak 375 juta pekerja global perlu beralih pekerjaan karena otomatisasi. Artinya, para pekerja memerlukan pelatihan ulang keterampilan baru (reskilling) dan peningkatan keterampilan (upskilling).

Angka tersebut menunjukkan bahwa perubahan tidak hanya terjadi pada jenis pekerjaan, tetapi juga pada keterampilan yang dibutuhkan. Profesi yang hari ini terlihat aman pun bisa terdampak jika tidak mengikuti perkembangan teknologi.

Peningkatan keterampilan (upskilling) menjadi strategi bagi pekerja yang ingin memperkuat posisi di bidangnya saat ini. Dengan memperbarui kemampuan, produktivitas meningkat dan peluang promosi pun semakin terbuka.

Pelatihan ulang keterampilan baru (reskilling), di sisi lain, memberi kesempatan untuk memulai babak baru dalam karir. Ketika satu bidang menyusut, keterampilan baru dapat membuka pintu ke sektor yang sedang tumbuh.

Perubahan ini tidak selalu berarti ancaman, namun bisa menjadi momentum untuk berkembang. Banyak pekerja yang baru menemukan potensi baru setelah berani mempelajari hal berbeda dari latar belakang sebelumnya.

Perusahaan yang adaptif kini tidak hanya mencari pengalaman, tetapi juga keinginan belajar. Sikap proaktif dalam mengikuti pelatihan menjadi nilai tambah yang sangat dihargai di lingkungan profesional.

Langkah sederhana seperti mengikuti kursus digital, memperdalam literasi teknologi, atau meningkatkan kemampuan komunikasi dapat memberikan dampak besar. Konsistensi belajar membuat seseorang lebih percaya diri menghadapi dinamika industri.

Selain keterampilan teknis, kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi juga semakin penting. Kombinasi antara keahlian teknis dan soft skill menjadi bekal kuat untuk bertahan di tengah persaingan.

Dunia kerja akan terus berevolusi seiring kemajuan zaman. Mereka yang bersedia melakukan upskilling dan reskilling secara berkelanjutan akan memiliki peluang lebih besar untuk tetap relevan dan berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....