Peluncuran Apollo 5, Momen Penting Sejarah Antariksa Dunia
- 22 Jan 2026 08:58 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - 22 Januari 1968, Hari itu menjadi salah satu momen penting dalam sejarah penjelajahan antariksa. Pada hari tersebut, Apollo 5 resmi diluncurkan dari Cape Kennedy Air Force Station (Sekarang Cape Caneveral), Florida, Amerika Serikat. Momen ini menjadi penerbangan pertama modul bulan (Lunar Module/LM) pada program Apollo. Meskipun penerbangan ini tidak membawa awak, penerbangan ini memegang misi yang krusial sebagai langkah persiapan sebelum pada akhirnya manusia dapat mendarat di Bulan.
Dilansir dari NASA, Penerbangan Apollo 5 menggunakan roket Saturn IB, model yang berbeda dengan roket Saturn V yang nantinya akan digunakan untuk manusia ke Bulan. Fokus utama pada misi ini bukanlah untuk membawa manusia langsung ke bulan. Misi pada penerbangan ini adalah untuk menguji performa dan ketahanan dari modul ini, yang nantinya akan menjadi kendaraan yang digunakan manusia untuk turun ke permukaan Bulan dan terbang kembali ke orbit. Modul bulan yang digunakan pada misi ini, kemudian diberi kode LM-1 (Lunar Module – 1).
Misi Apollo 5 ini, dilakukan untuk menjawab yang pertanyaan paling mendasar, yaitu apakah modul bulan mampu berfungsi dengan baik di ruang angkasa? Dalam penerbangan ini, NASA telah menguji sistem navigasi, sistem kontrol, serta mesin pendorong fase turun dan naik (descent engine & ascent engine). Kedua mesin ini diuji coba, karena keduanya memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan pendaratan di Bulan, hingga keselamatan saat kembali ke modul utama.
Apollo 5 diketahui menjalankan beberapa manuver kompleks di orbit Bumi pada saat misi ini berlangsung. Salah satu uji coba yang paling penting pada misi ini adalah “fire in space”, yaitu uji coba menyalakan mesin modul bulan dalam kondisi ketiadaan awak. Beberapa kendala teknis juga sempat terjadi pada penerbangan ini. Diantaranya adalah sistem otomatis yang tidak berfungsi sesuai dengan rencana. Namun, kendala tersebut dapat diatasi dan NASA berhasil memperoleh data yang membuktikan bahwa modul ini dapat menyala dan bekerja.
Keberhasilan pada misi penerbangan Apollo 5 ini, menjadi motivasi tambahan bagi NASA untuk melanjutkan program Apollo ini. Data dari misi ini, kemudian juga menjadi dasar untuk penyempurnaan modul bulan selanjutnya, yang kemudian digunakan dalam misi berawak untuk membawa manusia ke Bulan, termasuk Apollo 9, hingga Apollo 11 yang menjadi momen manusia pertama kali menginjakkan kakinya di Bulan.
Artikel ini ditulis oleh Winanda Aryansyah
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....