UAS Ajak Warga Kepri Bermuhasabah Sambut Tahun Baru Islam

  • 26 Jun 2026 11:27 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Ribuan masyarakat memadati Pamedan Ahmad Yani, Tanjungpinang, untuk mengikuti kegiatan Tanjungpinang Bermunajat dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah/2026 Masehi, Kamis, 25 Juni 2026, malam. Kegiatan yang menghadirkan penceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) itu menjadi momentum memperkuat nilai keagamaan, introspeksi diri, dan menjaga persatuan.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengajak masyarakat menjadikan pergantian Tahun Baru Islam sebagai sarana bermuhasabah agar kehidupan ke depan menjadi lebih baik. Menurutnya, semangat kebersamaan dan persatuan harus terus dijaga di tengah keberagaman masyarakat Kepulauan Riau (Kepri).

”Mari kita jadikan momentum ini untuk bermuhasabah dan memperbaiki diri agar kehidupan ke depan menjadi lebih baik,” ujar Ansar Ahmad.

Ansar menegaskan, komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri untuk melanjutkan berbagai program keagamaan. Program tersebut antara lain penempatan ustaz di pulau-pulau terluar, pemberian insentif bagi ribuan guru agama non-ASN, serta bantuan kepada masjid, mushala, yayasan, dan lembaga keagamaan.

”Kami berupaya agar bantuan kepada para pembina umat tetap dapat dilanjutkan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka kepada masyarakat,” ucapnya.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengapresiasi terselenggaranya Tanjungpinang Bermunajat yang dinilai mampu menghadirkan suasana religius sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat. Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama membawa keberkahan bagi Kota Tanjungpinang dan seluruh warganya.

”Melalui bermunajat ini kita memohon kepada Allah SWT agar daerah kita senantiasa menjadi negeri yang diberkahi,” ujar Lis Darmansyah.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Abdul Somad menjelaskan, munajat merupakan bentuk doa yang dipanjatkan dengan penuh kerendahan hati kepada Allah SWT. Ia mengajak umat Islam untuk memperbanyak zikir, selawat, sedekah, serta melapangkan hati dalam menerima setiap ketentuan Allah agar hidup menjadi lebih tenang.

"Yang lebih berat adalah menerima ketetapan Allah SWT, karena itu lapangkan hati, berserah diri kepada Allah SWT, serta perbanyak selawat dan zikir agar hati dan pikiran selalu tenang,” ujar Ustadz Abdul Somad.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....