Kemenag Lingga Lantik Tujuh Pejabat Fungsional
- 24 Jun 2026 15:32 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Lingga - Kepala Subbagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Lingga, Abdurokhman, mengingatkan aparatur sipil negara agar menjadikan jabatan sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat. Pesan itu disampaikannya usai pelantikan tujuh PNS dalam jabatan fungsional di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau.
Tujuh pegawai yang dilantik berasal dari berbagai bidang tugas, mulai dari Penyuluh Agama Islam Ahli Pertama, Pranata Komputer Ahli Pertama, Penghulu Ahli Pertama, Guru Ahli Pertama, hingga Penata Laksana Barang Terampil. Mereka resmi mengucapkan sumpah dan janji jabatan sebagai bagian dari penguatan profesionalisme ASN.
Abdurokhman menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar pergantian status atau penambahan gelar jabatan. Menurutnya, setiap posisi yang diemban membawa tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan integritas dan semangat melayani.
Ia meminta para pejabat fungsional yang baru dilantik untuk bekerja secara profesional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jabatan, kata dia, harus menjadi alat untuk menghadirkan solusi, bukan sekadar simbol administratif.
"Selamat kepada seluruh PNS yang telah dilantik. Ini adalah awal dari tanggung jawab baru yang harus dijalankan dengan profesional, berintegritas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Abdurokhman, Rabu 24 Juni 2026.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat nilai moderasi beragama dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Menurutnya, ASN Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan dan menyebarkan pesan-pesan kesejukan di tengah masyarakat.
Abdurokhman mencontohkan guru dapat menanamkan nilai toleransi kepada peserta didik, penyuluh agama membina masyarakat, penghulu membimbing calon pengantin, sementara pranata komputer dapat menyebarkan informasi positif melalui media digital. Setiap profesi memiliki ruang pengabdian yang berbeda, tetapi tujuan akhirnya tetap sama, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Setiap jabatan memiliki ruang pengabdian. Gunakan ruang itu untuk menyebarkan kesejukan, memperkuat kerukunan, dan menghadirkan layanan yang berkualitas bagi masyarakat," ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa jabatan bukan sekadar tempat duduk dalam struktur organisasi. Sebab masyarakat lebih membutuhkan pelayanan yang menenangkan dan menyelesaikan persoalan daripada sekadar melihat papan nama jabatan yang panjang di depan meja kerja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....