Kemenag Lingga Gandeng BAZNAS dan BWI Salurkan Bantuan

  • 22 Jun 2026 23:02 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Lingga - Kementerian Agama Kabupaten Lingga bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Lingga mulai mematangkan pelaksanaan program Lebaran Yatim dan Disabilitas (LYD) 2026. Program tersebut ditujukan untuk membantu anak yatim, piatu, dan penyandang disabilitas di Kabupaten Lingga.

Persiapan dilakukan melalui rapat koordinasi yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lingga. Pertemuan membahas berbagai kebutuhan teknis agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.

Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Lingga, Alvi Santi, mengatakan sinergi antar lembaga menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar manfaat bantuan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Program Lebaran Yatim dan Disabilitas merupakan bentuk kepedulian bersama kepada anak yatim, piatu, dan penyandang disabilitas," kata Alvi, Senin 22 Juni 2026.

Dalam rapat tersebut disepakati bantuan yang diberikan berupa paket sembako senilai Rp150 ribu per paket. Penyaluran bantuan akan dipusatkan di dua lokasi, yakni Daik dan Dabo Singkep.

"Karena itu diperlukan sinergi seluruh pihak agar bantuan tepat sasaran,” ujarnya.

Untuk wilayah Daik, kegiatan akan digelar pada 24 Juni 2026 bersamaan dengan program BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau di Aula Kantor Bupati Lingga. Pada kegiatan itu, BAZNAS Kabupaten Lingga dan BWI Kabupaten Lingga masing-masing menyalurkan 10 paket sembako kepada anak yatim dan piatu.

Sementara di Dabo Singkep, kegiatan difokuskan kepada penyandang disabilitas dan dijadwalkan berlangsung pada 25 Juni 2026 di Sekolah Luar Biasa (SLB) Dabo Singkep. Bantuan berasal dari Kementerian Agama Kabupaten Lingga, KUA, madrasah, LAZ Baitut Tamwil Muhammadiyah, serta dukungan program wakaf produktif.

Alvi berharap kolaborasi antara Kementerian Agama, BAZNAS, BWI, dan berbagai lembaga sosial dapat memperkuat kepedulian terhadap kelompok rentan. Selain meringankan kebutuhan sehari-hari, bantuan tersebut juga diharapkan menjadi bentuk perhatian nyata kepada mereka yang membutuhkan dukungan bersama.

"Melalui program Lebaran Yatim dan Disabilitas, pemerintah dan lembaga sosial berupaya memastikan kebahagiaan tidak hanya dirasakan saat hari besar keagamaan," katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....