Literasi Jadi Senjata Utama Pelajar Masa Kini

  • 29 Apr 2026 18:26 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Upaya membangkitkan budaya baca di kalangan pelajar kembali digelorakan. Dua perwakilan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tanjungpinang, Rasidi dan Supartini, tampil aktif dalam rapat strategis persiapan kegiatan bergengsi Lomba Bertutur yang digelar di Kantor Perpustakaan Provinsi.

Agenda ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sinyal kuat bahwa literasi kini menjadi medan prioritas yang tak bisa ditawar. Rapat dibuka secara resmi dan langsung mengarah pada substansi.

Sorotan utama datang dari dewan juri, Hendra, yang tanpa basa-basi menegaskan bahwa kualitas cerita adalah kunci utama. Ia menuntut peserta tidak sekadar bercerita, tetapi mampu memilih judul yang menggugah, sarat nilai edukatif, dan mengandung pesan moral yang tajam.

“Lebih jauh, Hendra menguliti teknik bertutur yang efektif, mulai dari penyampaian hingga bagaimana cerita mampu “hidup” di telinga pendengar,” ujarnya pada Selasa 28 April 2026.

Tak kalah tegas, Wiwin dalam paparannya membedah standar penilaian secara rinci. Ia menegaskan bahwa lomba ini bukan panggung biasa.

Penguasaan materi, ekspresi, intonasi, hingga relevansi cerita dengan tema menjadi indikator mutlak. Peserta dituntut tampil kreatif, inspiratif, dan komunikatif.

“Bukan sekadar menghafal, tetapi menghidupkan cerita dengan daya pikat yang kuat,” ucapnya.

Atmosfer rapat berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Para peserta terlihat serius, menyadari bahwa ajang ini bukan hanya kompetisi, melainkan panggung pembentukan karakter literasi generasi muda.

Di sisi lain, Rasidi menyampaikan harapan yang mengandung visi jangka panjang. Ia ingin hasil dari rapat ini tidak berhenti di meja diskusi, tetapi diterjemahkan menjadi gerakan nyata di sekolah.

Targetnya jelas: menanamkan kecintaan literasi kepada siswa, mendorong mereka aktif membaca, hingga mampu menulis cerita pendek dari aktivitas sehari-hari. Jika konsistensi ini terjaga, Lomba Bertutur bukan hanya akan melahirkan pemenang, tetapi generasi baru yang fasih berpikir, kuat bercerita, dan siap bersaing di era literasi yang semakin kompetitif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....