Teladan Kartini Menuntut Keberanian Berpikir

  • 22 Apr 2026 15:11 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Meneladani Kartini tidak cukup pada simbol, tetapi pada keberanian berpikir dan bertindak untuk perubahan. Pesan ini disampaikan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar dalam peringatan Hari Kartini di halaman kantor pusat Kementerian Agama, Selasa, 21 April 2026.

Melansir Laman kemenag.go.id, peringatan Hari Kartini menjadi pengingat nilai perjuangan, keberanian berpikir, dan kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa. Menag menegaskan bahwa Raden Ajeng Kartini merupakan figur penting dalam sejarah Indonesia yang mendorong lahirnya kesadaran baru tentang peran perempuan di ruang publik.

“Raden Ajeng Kartini adalah sosok luar biasa yang dapat kita sebut sebagai pelopor kesadaran kemerdekaan perempuan Indonesia. Di usia muda, beliau sudah berani mempertanyakan berbagai kondisi sosial di lingkungannya,” ujar Menag.

Ia menjelaskan, Kartini mengkritisi sejumlah praktik sosial pada masanya, seperti pembatasan ruang gerak perempuan melalui tradisi pingitan, serta keterbatasan akses pendidikan. Pengalaman hidup tersebut membentuk cara pandangnya terhadap pentingnya keadilan dan kesempatan yang setara.

Selain itu, Menag juga menyoroti pemikiran Kartini yang tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga menyentuh aspek keagamaan. Kartini, menurutnya, memiliki pandangan progresif dalam memahami ajaran agama secara lebih mendalam.

“Beliau tidak puas hanya membaca Al-Qur'an secara tekstual tanpa memahami maknanya. Beliau mendorong adanya tafsir Al-Qur'an agar agama tidak hanya menjadi dogma teologis, tetapi menjadi way of life (pegangan hidup) dan penuntun bagi masyarakat.” tuturnya.

Menag menambahkan, latar belakang Kartini sebagai bagian dari kalangan priyayi tidak menghalangi lahirnya pemikiran kritis. Justru dari lingkungan tersebut, Kartini menunjukkan keberanian untuk melihat realitas secara berbeda.

“Seorang tokoh besar lahir dari keberanian untuk berpikir berbeda, berani mengambil sikap, dan berani menghadapi tantangan zamannya. Itulah yang ditunjukkan oleh Kartini,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk menjadikan semangat Kartini sebagai inspirasi dalam bekerja dan berkarya, tanpa membedakan latar belakang maupun gender. Yang perlu diteladani adalah keberanian berpikir, kepekaan sosial, dan semangat untuk terus memberi manfaat.

“Ini relevan bagi kita semua dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Erizal, mengungkapkan, semangat Kartini harus kita maknai sebagai gerakan sadar untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi perempuan agar dapat berkontribusi secara maksimal, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam birokrasi. Ia menambahkan di tengah dinamika zaman yang terus berubah, perempuan dituntut tidak hanya adaptif, tetapi juga visioner dan berdaya saing tinggi.

Kesetaraan bukan hanya soal kesempatan, tetapi juga soal keberanian untuk mengambil peran strategis. Perempuan masa kini harus mampu menjadi agen perubahan, tidak hanya mengikuti arus, tetapi juga menciptakan arah, disinilah nilai Kartini menjadi relevan: berpikir kritis, berani bersuara, dan tetap berakar pada nilai-nilai moral serta keagamaan.

“Kita ingin setiap individu, tanpa memandang gender, memiliki ruang yang adil untuk berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....