Sebanyak 142 Jemaah Haji Tanjungpinang Pulang, Dua Masih Dirawat
- 02 Jun 2026 12:01 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menyambut kedatangan Jemaah Haji Kota Tanjungpinang Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Penyambutan tersebut dilakukan di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Selasa, 2 Juni 2026, pagi.
Sebanyak 142 Jemaah Haji asal Kota Tanjungpinang telah kembali ke tanah air dalam kondisi sehat. Sementara dua jemaah lainnya masih menjalani perawatan di Arab Saudi dan akan dipulangkan pada kelompok terbang berikutnya setelah kondisi kesehatannya membaik.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyampaikan rasa syukur atas kepulangan para jemaah haji yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Dari total 144 jemaah yang berangkat di luar petugas, sebanyak 142 orang telah tiba kembali di Tanjungpinang dengan selamat.
”Tentunya kita bersyukur bahwa mereka masih dalam keadaan sehat walafiat,” ujar Lis Darmansyah.

Lis mengatakan, pemerintah dan masyarakat turut mendoakan dua jemaah yang masih dirawat di Arab Saudi. Yaitu Siti Rahil dan Latifah binti Abdul Latif, agar segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga di tanah air.
"Kita juga doakan dua orang yang masih dirawat ini segera sembuh dan bisa kembali ke Tanjungpinang," ucapnya.
Ia menambahkan, pengalaman penyelenggaraan ibadah haji tahun ini akan menjadi bahan evaluasi dan persiapan pemerintah dalam menyambut keberangkatan jemaah haji tahun depan. Menurutnya, berbagai persiapan akan terus dilakukan agar pelayanan kepada calon jemaah semakin baik.
”Kita berharap tahun depan tentunya juga tentu kita sedang juga mempersiapkan ya, mempersiapkan tentang persiapan keberangkatan untuk tahun depan,” tuturnya.

Pendamping Jemaah Haji Tanjungpinang, Hariyun Sagita, menjelaskan, bahwa secara umum pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar. Sebanyak 147 orang yang tergabung dalam rombongan Tanjungpinang mendapatkan pelayanan akomodasi dan transportasi yang dinilai sangat baik, baik selama berada di Madinah maupun Makkah.
"Setelah 10 hari di Madinah, kami menuju Makkah dan mendapatkan hotel yang juga sangat baik, semua pelayanannya berjalan lancar," ujar Hariyun Sagita.

Hariyun mengungkapkan, terdapat dua jemaah yang mengalami gangguan kesehatan selama berada di Tanah Suci. Jemaah atas nama Latifah binti Abdul Latif terlebih dahulu dirawat di rumah sakit setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan dan tidak sadarkan diri. Menjelang kepulangan rombongan, Siti Rahil juga harus mendapatkan perawatan medis karena mengalami kondisi serupa.
"Sampai saat ini Ibu Latifah dan Ibu Siti Rahil masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi, karena itu keduanya belum bisa pulang bersama rombongan," ucapnya.
Hariyun menyebutkan, cuaca ekstrem menjadi salah satu tantangan selama pelaksanaan ibadah haji. Suhu udara yang pada awal kedatangan berkisar 33 hingga 35 derajat Celsius meningkat menjadi lebih dari 40 derajat Celsius menjelang puncak haji, sehingga sebagian jemaah mengalami kelelahan dan gangguan kesehatan ringan.
"Alhamdulillah tim kesehatan selalu menyediakan oralit untuk mencegah kekurangan cairan, sehingga dapat menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan baik dan sempurna," katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....