Gecko, Hewan Nokturnal yang Tidur Seperti Manusia
- 24 Apr 2024 14:41 WIB
- Tanjungpinang
KBRN, Tanjungpinang: Nama gecko memang kurang familiar karena sebutan yang sering terdengar ialah tokek. Gecko termasuk dalam famili gekkonidae atau kadal yang didalamnya termasuk dalam tokek dan cicak yang banyak tersebar di berbagai kawasan wilayah tropis di dunia.
Ricky Jackysta dari komunitas Tanjungpinang Reptile Lover Community TREPLOC saat menjadi narasumber acara Sembang Komunitas di PRO 4 Tanjungpinang, mengatakan gecko dapat menjadi salah satu pilihan untuk pemula yang ingin memelihara hewan reptil. Memelihara hewan ini terbilang mudah, karena gecko makan makanan yang mudah didapat dan harganyapun terjangkau, yaitu serangga.
“Memelihara gecko mudah dan dapat bertelur dalam jumlah yang banyak jika dipelihara dengan benar. Sekali bertelur bisa sampai 15 anakan yang dihasilkan,” kata Ricky, Selasa (24/4/2024).
Uniknya, gecko memiliki perlindungan diri pada predator dengan cara yang sama seperti cicak, yaitu autotomi dengan memutuskan ekornya. Ekor gecko yang putus bisa tumbuh lagi dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan berupa lemak dan alat penyeimbang tubuh ketika hewan ini memanjat pohon atau tempat-tempat yang tinggi.
“Ketika masih bayi, gecko sensitif, sehingga sangat mudah memutuskan ekornya, tapi ketika tumbuh, motifnya tidak akan sama lagi,” Ucapnya.
Jika cicak akan kenyang makan nyamuk, berbeda dengan gecko yang tidak akan kenyang makan nyamuk sehingga lebih suka memangsa jangkrik bahkan kalajengking. Keunikan lain dari gecko ialah memiliki kelopak mata yang membuat gecko mempunyai kemampuan yang baik untuk berkedip, bahkan gecko juga memejamkan mata ketika tertidur, mirip seperti manusia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....