Irma Gratiskan Les Merajut untuk Warga Tanjungpinang

  • 31 Agt 2026 10:57 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Tempat menikmati es krim yang biasanya menjadi pilihan untuk bersantai dan berkumpul bersama teman, kini dimanfaatkan menjadi ruang kreatif bagi masyarakat. Di salah satu tempat es krim di Kota Tanjungpinang, warga bisa menghabiskan akhir pekan sambil belajar keterampilan merajut secara gratis.

Adalah Irma, seorang crocheter atau perajut asal Tanjungpinang, yang menginisiasi kegiatan tersebut. Ia membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin belajar merajut, khususnya bagi mereka yang masih pemula dan belum memiliki pengalaman sebelumnya.

Kegiatan belajar merajut ini dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu. Peserta cukup membayar Rp50 ribu pada pertemuan pertama. Biaya tersebut sudah termasuk benang dan alat yang digunakan untuk memulai proses belajar merajut.

Sementara untuk pertemuan berikutnya, peserta tidak dikenakan biaya alias gratis. Suasana belajar pun dibuat santai. Peserta dapat menikmati suasana tempat es krim sembari belajar berbagai teknik dasar merajut bersama Irma dan peserta lainnya.

Irma mengatakan, pemilihan tempat es krim sebagai lokasi kegiatan sengaja dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih santai dan tidak kaku.

“Kita ingin belajar merajut dengan suasana yang santai. Jadi sambil ngopi atau makan es krim, kita bisa belajar dan menghasilkan karya. Yang penting siapa pun yang mau belajar, silakan datang,” ujar Irma, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Menurut Irma, merajut bukan hanya sekadar hobi. Keterampilan tersebut juga dapat menjadi peluang untuk menghasilkan berbagai produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.

Meski terlihat sederhana, proses merajut membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan ketekunan. Karena itu, peserta diajak untuk tidak mudah menyerah ketika mengalami kesulitan saat mengikuti pola atau membuat bentuk tertentu.

Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk saling berinteraksi dan berbagi pengalaman. Para peserta tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga berkesempatan membangun relasi dengan sesama pencinta kerajinan tangan.

Irma berharap kegiatan belajar merajut tersebut dapat terus berjalan dan semakin banyak masyarakat Tanjungpinang yang tertarik untuk bergabung.

“Harapannya kegiatan ini bisa terus ada dan semakin ramai. Bukan hanya belajar merajut, tapi kita juga bisa membangun komunitas dan saling berbagi ilmu,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....