Media Sosial, Tempat Ramai yang Sepi
- 31 Mar 2026 15:53 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Sosial media sering terlihat seperti tempat paling ramai di dunia. Notifikasi berdatangan, komentar terus muncul, dan timeline tidak pernah benar-benar sepi. Setiap orang terlihat aktif, berbagi cerita, dan menunjukkan sisi terbaik dari hidup mereka. Namun di balik keramaian itu ada sesuatu yang sering luput untuk disadari.
Di dunia digital seseorang bisa memiliki ratusan bahkan ribuan teman. Percakapan terjadi setiap hari tawa dikirim lewat emoji dan perhatian ditunjukkan lewat “like” dan komentar. Semua terasa dekat, cepat, dan mudah. Tapi kedekatan itu sering kali hanya berhenti di layar.
| Baca juga: Konten Kreatif, Dompet Positif |
Ironisnya semakin sering kita terhubung secara online, semakin jarang kita benar-benar terhubung secara nyata. Obrolan panjang di chat tidak selalu berlanjut menjadi pertemuan langsung. Banyak yang nyaman bersembunyi di balik layar, namun merasa canggung saat harus berhadapan langsung.
Sosial media juga menciptakan ilusi kebahagiaan. Foto-foto tersenyum, story yang penuh keseruan, dan caption yang terlihat sempurna membuat semuanya tampak baik-baik saja. Padahal di balik itu tidak sedikit yang merasa kesepian, overthinking atau bahkan kehilangan arah.
| Baca juga: Seni Rupa dalam Kehidupan Modern dan Digital |
Tanpa disadari, kita bisa terjebak dalam keramaian yang sunyi. Terus scroll, terus melihat kehidupan orang lain, namun lupa membangun hubungan yang nyata di sekitar kita. Waktu habis di layar, sementara dunia di depan mata perlahan terasa asing.
Pada akhirnya, sosial media memang tempat yang ramai, tetapi tidak selalu menghadirkan kehangatan. Ia menghubungkan banyak orang namun belum tentu mendekatkan hati. Dari sini kita diingatkan bahwa koneksi yang paling berarti bukanlah yang paling sering muncul di layar, melainkan yang benar-benar hadir dalam kehidupan nyata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....