Budidaya Cabai Rawit di Pekarangan Rumah

  • 04 Jan 2026 13:46 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang: Pekarangan rumah merupakan tempat yang potensial untuk budidaya cabai rawit. Cabai rawit merupakan salah satu jenis cabai yang memiliki citarasa pedas dan banyak digunakan sebagai bahan tambahan dalam masakan. Dengan cara budidaya yang tepat, masyarakat dapat menikmati cabai rawit segar sendiri tanpa harus membeli di pasar.

Mengutip dari https://hortikultura.pertanian.go.id/asyiknya-bertani-cabai-di-pekarangan-rumah/, sisi baik menanam sendiri cabai adalah tidak perlu repot membeli ke pasar atau ke warung. Tinggal praktis memetik dan langsung bisa digunakan. Lagipula tingkat konsumsi cabai merah rumah tangga terbilang sedikit.

Kalaupun membeli banyak sekaligus, cabai segar tidak dapat bertahan lama, hanya kisaran 3 – 4 hari di suhu kamar. Hal ini dikarenakan cabai merupakan salah satu produk hortikultura yang mudah mengalami kerusakan setelah dilakukan pemanenan.

Dengan memiliki tanaman sendiri, cabai yang sudah siap panen bisa bertahan di pohon selama waktu tertentu tanpa khawatir cepat busuk. Pada dasarnya memanfaatkan pekarangan adalah pekerjaan yang mudah dan menyenangkan.

Berikut ini adalah langkah-langkah budidaya cabai rawit di pekarangan rumah:

1. Persiapan lahan

Sebelum menanam cabai rawit, pastikan lahan di pekarangan rumah sudah siap. Lahan harus subur, terkena sinar matahari secara langsung, dan memiliki sistem drainase yang baik untuk menghindari genangan air.

2. Pemilihan bibit

Pilih bibit cabai rawit yang berkualitas baik dan sehat. Bibit cabai rawit ini bisa di dapatkan di toko pertanian atau pasar terdekat. Pastikan bibit sudah berumur sekitar 2-3 bulan dan memiliki batang yang kokoh.

3. Penanaman

Tanam bibit cabai rawit pada lubang tanam yang sudah disiapkan. Pastikan jarak tanam antar bibit cukup jauh agar cabai dapat tumbuh dengan optimal. Beri pupuk organik atau pupuk kandang untuk memberikan nutrisi yang cukup bagi tanaman.

4. Perawatan

Selama masa pertumbuhan, cabai rawit membutuhkan perawatan yang baik. Pastikan tanaman mendapatkan cukup air dan sinar matahari. Jaga kebersihan lahan dari gulma dan jangan lupa untuk memberi pupuk secara berkala.

5. Pemangkasan

Pemangkasan cabai rawit diperlukan untuk merangsang pertumbuhan cabai dan menghindari pertumbuhan cabang yang tidak diinginkan. Pemangkasan dilakukan dengan hati-hati menggunakan gunting tajam.

6. Pemanenan

Cabai rawit biasanya siap panen sekitar 2-3 bulan setelah tanam. Pemanenan dilakukan dengan memetik cabai yang sudah berwarna merah atau kuning. Hindari memetik cabai yang belum matang karena akan memengaruhi citarasa cabai.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut dengan tekun, harapannya nanti dapat berhasil dalam budidaya cabai rawit di pekarangan rumah untuk meminimalisir pembelian cabai rawit di pasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....