Konservatori Seni Hidupkan Makyong Lewat Generasi Muda
- 18 Nov 2025 11:54 WIB
- Tanjungpinang
KBRN, Tanjungpinang: Upaya pelestarian seni tradisi Makyong terus digiatkan oleh Yayasan Konservatori Seni Kota Tanjungpinang. Yayasan yang berdiri sejak tahun 2012 tersebut didirikan oleh seniman Makyong, Said Parman bersama istrinya, dengan fokus membina generasi muda untuk mengenal dan memainkan kesenian tradisional tersebut, Senin (17/11/2025).
Pembina Teater Yayasan Konservatori Seni Tanjungpinang, Uul Syarifah Lail menjelaskan, bahwa sanggarnya berbeda dengan pementasan Makyong pada umumnya, yang identik dimainkan oleh orang dewasa. Dimana yayasan ini justru melibatkan anak-anak sebagai pelaku utamanya, bahkan sejak usia 5 tahun.
“Dari situ identitas yayasan terbentuk dengan menjadikan anak-anak dan remaja sebagai pelestari tradisi,” ujar Uul Sharifah Lail.
Yayasan yang berlokasi di Jalan Kuantan, Gang Putra Yadang 13 No. 3, Tanjungpinang ini pernah mewakili Indonesia dalam ajang seni budaya Makyong Tiga Negara di Thailand. Setelah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Tanjungpinang pada masa awal perkembangannya.
”Yayasan konservatori terus berkembang dengan identitasnya dengan beranggotakan anak-anak muda sebagai pelestari tradisinya,” ucapnya.
Uul mengatakan, pendirian yayasan ini dilatarbelakangi keinginan untuk menumbuhkan kembali semangat seni tradisi kepada generasi muda. Hal ini sekaligus mengubah persepsi bahwa kesenian Makyong bersifat menyeramkan bagi anak-anak.
“Namun Pak Said Parman melihat bahwa Makyong bisa berubah mengikuti zaman,” tuturnya.
Kegiatan latihan rutin dilaksanakan setiap akhir pekan di rumah yayasan maupun lapangan terdekat. Saat ini, anggota inti aktif yang terlibat berkisar 3 hingga 4 orang, namun total yang terlibat silih berganti bisa mencapai sekitar 50 orang.
Uul menyebut, keterbatasan fasilitas masih menjadi tantangan terbesar dalam pengembangan yayasan. Namun, dalam keterbatasan itu tidak membuat anak-anak muda pupus untuk berlatih, bahkan menjadi bahan penelitian mahasiswa dan pelajar terkait makyong.
”Anak-anak tuh pada rame ya datang ke yayasan buat menjadikan makyong jadi bahan penelitian,” katanya.
Ia berharap, pemerintah semakin banyak membuka ruang pementasan bagi kelompok seni lokal. Lalu juga ada kerja sama yang baik antara pemerintah dan pelestari budaya di Tanjungpinang.
“Harapannya ada lebih banyak agenda pemerintah yang memberi kesempatan tampil dan terjalin kerja sama yang baik dengan pemerintah,” katanya, mengakhiri.
Penulis : Pandu Fikri Tegar Agnianto
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....