Tips Memilih Sepatu yang Tidak Mengandung Bahan Pigskin
- 31 Okt 2025 11:03 WIB
- Tanjungpinang
KBRN, Tanjungpinang: Bagi sebagian masyarakat Indonesia, terutama yang beragama Islam, memilih sepatu yang terbebas dari bahan kulit babi atau pigskin menjadi hal yang penting. Pasalnya, bahan pigskin dianggap najis dan tidak boleh digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Namun, tidak semua konsumen menyadari bahwa beberapa produk sepatu, terutama impor, sering menggunakan bahan tersebut karena sifatnya yang lembut dan tahan lama. Oleh karena itu, mengetahui cara membedakan bahan sepatu menjadi langkah yang wajib dilakukan sebelum membeli.
Melansir dari situs shoesandcare.com, ciri khas pigskin dapat dilihat dari permukaan dalam sepatu atau bagian lining-nya. Kulit babi biasanya memiliki pola pori-pori berkelompok tiga, menyerupai titik-titik kecil yang tersusun rapi. Teksturnya terasa lembut, sedikit berbulu halus, dan berwarna pucat atau krem muda. Sebaliknya, kulit sapi atau sintetis cenderung memiliki permukaan lebih halus dan tidak berpola tiga titik. Pengenalan ini penting agar pembeli dapat membedakan secara visual sebelum melakukan transaksi.
Selain mengenali cirinya, konsumen juga disarankan untuk memeriksa label dan keterangan bahan pada kemasan atau tag produk. Produsen resmi biasanya mencantumkan jenis material yang digunakan, seperti “genuine leather”, “synthetic leather”, atau “pigskin lining”. Jika keterangan tidak jelas, pembeli dapat langsung menanyakan kepada penjual atau memilih merek yang sudah dikenal menggunakan bahan ramah muslim. Di Indonesia, sejumlah merek lokal kini bahkan secara terbuka mencantumkan label “non-pigskin” sebagai bentuk transparansi kepada konsumen.
Langkah lain yang dapat dilakukan adalah membeli sepatu dari toko atau merek yang memiliki sertifikasi halal atau jaminan bahan non-pigskin. Beberapa produsen sepatu lokal telah bekerja sama dengan lembaga sertifikasi halal untuk memberikan rasa aman bagi konsumen. Selain itu, memilih sepatu berbahan sintetis, kanvas, atau mesh juga bisa menjadi alternatif aman, karena bahan-bahan tersebut umumnya bebas dari unsur hewani.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kehalalan produk, produsen pun diharapkan lebih transparan dalam mencantumkan bahan baku sepatu. Konsumen juga perlu lebih teliti dan tidak ragu menanyakan asal bahan sebelum membeli. Dengan cara yang tepat dan informasi yang jelas, masyarakat dapat berbelanja dengan nyaman tanpa khawatir melanggar keyakinan agama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....