Review Buku “Kesalahan dan Kejahatan dalam Berbahasa” Karya Aprinus Salam
- 20 Feb 2025 12:59 WIB
- Tanjungpinang
KBRN, Tanjungpinang: Ingatkah Anda dengan pepatah yang mengatakan “membaca adalah jendela dunia”? Hal itu tentu karena dengan membaca dapat mengasah pikiran, membuka wawasan, dan memperkaya kosa kata. Semakin banyak membaca maka akan semakin luas pula pengetahuan yang didapat. Inilah pintu menuju dunia luar yang tidak terbatas.
Namun apa yang terjadi jika salah tafsir saat membaca? Pemikiran para pembaca bukannya tercerahkan melainkan malah tersesat ke tempat yang lebih gelap. Hal itu yang ingin disampaikan oleh Aprinus Salam, seorang penulis dan pengajar pascasarjana di fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada Jogjakarta dalam bukunya yang berjudul “Kesalahan dan Kejahatan dalam Berbahasa” yang terbit pada April 2021 lalu.
Buku ini menjelaskan kesalahan teknis dan konteks berbahasa, sehingga akan terjadi salah tafsir dan tidak menutup kemungkinan pembaca malah terjebak dalam ruang-ruang tafsir yang berbahaya. Dalam 217 halaman, disebutkan meski bahasa digunakan sebagai alat komunikasi namun oleh beberapa pihak, baik sengaja maupun tidak, bahasa bisa jadi justru berubah menjadi alat untuk menyerang dan mengkriminalisasi pihak lainnya.
Coba pikir, jika kekerasan fisik dapat dihukum dan dianggap kejahatan karena memiliki bekas ‘kasat mata’. Lalu bagaimana dengan kejahatan berbahasa yang tidak berbekas sehingga sulit dibuktikan? Padahal kenyataannya kosa kata dan bahasa bisa dengan mudah membuat seseorang merasa terluka dan tersakiti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....