Review Novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”

  • 14 Agt 2024 11:19 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang: Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau yang lebih dikenal dengan Hamka, merupakan seorang ulama, sastrawan, dan politikus terkenal Indonesia yang berasal dari Sumatra Barat. Banyak karya yang ia hasilkan semasa hidupnya. Salah satunya ialah novel klasik yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1939.

Novel ini menggabungkan romansa, tragedi, dan kritik sosial melalui perjalanan kisah sepasang muda mudi bernama Zainuddin dan Hayati. HAMKA dalam karyanya mampu menghadirkan sensasi cerita yang menggugah tentang cinta, perbedaan budaya, serta perjuangan menghadapi norma masyarakat dan adat istiadat yang kaku di Sumatra Barat pada masa itu.

Seorang penikmat karya HAMKA, Fahmi mengatakan sangat terbawa dengan cerita yang dibangun HAMKA. “Bahasa khas Buya Hamka membangun suasana yang sesuai dengan latar tahun dari cerita Zainuddin dan Hayati dari novel ini, jadi semua yang digambarkan seperti nyata bagi saya,” jelasnya, Rabu (14/8/2024).

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck menjadi cara halus bagi HAMKA dalam memberi kritik pada beberapa tradisi dan adat istiadat suku Minangkabau yang menurutnya tidak sesuai dengan Islam ataupun akal sehat manusia. Seperti perlakuan berbeda terhadap keturunan blasteran serta peran perempuan dalam masyarakat. Zainuddin dan Hayati digambarkan menjadi simbol ketimpangan dan juga korban dari struktur adat di masa itu.

“Kalau sekarang memang adat dan norma masih ada tapi tidak sekeras di masa itu, kita sebagai anak muda bebas memilih pasangan dari suku bangsa mana pun,” ucap Fahmi menambahkan.

Melalui 188 halaman HAMKA memberikan pelajaran berharga bagi para pembaca tentang hubungannya dengan cinta, budaya, dan keberanian untuk menghadapi rintangan di dalamnya. Di samping itu, seperti tulisannya yang lain HAMKA juga mampu mengobarkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dengan tidak melebarkan perbedaan antar suku dan budaya meski di dalamnya terdapat banyak sudut budaya yang kompleks. Hingga kini, novel ini telah terkenal di seantero nusantara dan telah diadaptasi menjadi sebuah film dengan judul yang sama, yaitu Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....