Review Film 402: Rumah Sakit Angker Korea, Adaptasi yang "Aman" dari Anggy Umbara

  • 22 Jul 2026 20:05 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Genre film horor Korea Selatan selalu menjadi salah satu pilihan film yang banyak diminati penonton. Kali ini sineas Indonesia, Anggy Umbara memilih untuk melakukan adaptasi kepada film horor populer Korea Selatan, Gonjiam Haunted Asylum. Dengan masih menggunakan latar belakang lokasi rumah sakit terbengkalai, adaptasi ini mengambil judul 402: Rumah Sakit Angker Korea.

Dilansir dari MD Pictures, Film ini mengisahkan sekelompok konten kreator yang nekat melakukan eksplorasi demi membuktikan kebenaran berbagai cerita mistis yang beredar. Khususnya mengenai kamar bernomor 402 yang dipercaya menjadi pusat kejadian supranatural di rumah sakit terbengkalai tersebut.

Tidak langsung menampilkan adegan horor, film ini justru dimulai dengan menampilkan adegan yang menunjukkan kelompok ini menikmati liburannya di Korea Selatan terlebih dahulu. Ketika sudah masuk ke adegan rumah sakit, film ini berhasil membangun suasana yang mencekam. Lorong-lorong gelap, ruang operasi yang terbengkalai, hingga suara-suara misterius sukses membuat penonton merasa tidak tenang seiring berjalannya film.

Alih-alih mengandalkan adegan jumpscare yang berlebihan, film ini lebih memilih membangun suasana mencekam secara perlahan. Elemen-elemen seperti pencahayaan yang minim, pengambilan gambar yang sempit, hingga efek yang misterius, sukses membuat penonton menjadi merinding.

Memasuki pertengahan cerita, berbagai kejadian aneh mulai menimpa para anggota kelompok ini. Satu per satu anggota kelompok ini mengalami teror yang semakin terasa nyata, hingga mereka menyadari bahwa rumah sakit tersebut memang menyimpan rahasia kelam yang tidak seharusnya diungkap.

Dari segi visual, 402: Rumah Sakit Angker digarap dengan visual yang cukup memuaskan. Desain lokasi pada bangunan tua hingga peralatan medis yang sudah usang berhasil menciptakan suasana seram nan mencekam yang terasa realistis.

Tata suara juga menjadi salah satu kekuatan utama yang layak diapresiasi dalam film ini. Penggunaan ambience yang sesuai tanpa jumpscare yang berlebihan, mampu menghadirkan rasa tidak nyaman kepada penonton sepanjang film ini berjalan.

Meski demikian, alur cerita dari film ini sebenarnya bukanlah sesuatu yang luar biasa. Cerita yang dimulai dari sekelompok orang yang masuk untuk melakukan pembuktian di bangunan terbengkalai, bukanlah alur yang baru digunakan dalam film horor. Apalagi jika penonton sudah menonton versi Koreanya, maka alur film ini akan menjadi lebih mudah ditebak.

Walaupun begitu, akting para pemain yang cukup baik menggambarkan ekspresi kepanikan pada film ini layak untuk diapresiasi.

Secara keseluruhan, film 402: Rumah Sakit Angker Korea memberikan pengalaman horor yang mengandalkan atmosfer mencekam yang dibangun perlahan. Meski tidak menghadirkan cerita yang benar-benar baru, penggunaan visual, tata lokasi, hingga tata suara yang apik menjadi hal utama membuat film ini sangat layak untuk ditonton.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....