Kenapa Seseorang Berselingkuh?
- 31 Des 2025 16:52 WIB
- Tanjungpinang
KBRN, Tanjungpinang: Perselingkuhan kerap dipahami sebagai tindakan yang dipicu oleh situasi atau godaan sesaat. Namun, para ahli menilai bahwa di balik perilaku tersebut terdapat pola pikir keliru yang berkembang dalam diri pelaku.
Melansir akun TikTok @itsdoktermuda dr. Rudi menjelaskan perselingkuhan dalam ilmu sains disebabkan oleh fenomena efek Coolidge atau the Coolidge effect. Ia mengatakan bahwa fenomena ini adalah sifat primitif hewan mamalia yang ingin mendapatkan stimulus baru dari pasangan baru.
Dalam perspektif sains, fenomena efek Coolidge berkaitan dengan kerja hormon dan sistem saraf otak. Hormon dopamin yang berperan dalam rasa senang dan motivasi dilepaskan lebih banyak saat individu menghadapi sesuatu yang baru.
Hal ini menjadi penyebab pola pikir yang keliru bagi seseorang. Seseorang yang berselingkuh menganggap kesenangan pribadi lebih penting daripada komitmen bersama.
Pola pikir yang keliru lainnya terletak pada ketidakmampuan seseorang mengontrol tindakan dalam menghadapi konflik secara dewasa. Alih-alih mengkomunikasikan rasa kecewa, bosan, atau tidak dihargai, ada yang memilih jalan pintas dengan mencari pelarian pada pasangan lain sehingga terjadi peselingkuhan.
Banyak pelaku yang menunjukkan minimnya kesadaran akan konsekuensi jangka panjang. Pelaku merasa mampu memisahkan hubungan utama dan hubungan selingan padahal perselingkuhan itu menggerus kepercayaan diri pasangan serta merusak hubungan yang telah dibangun.
Disebutkan seseorang yang berselingkuh karena ia tidak mampu mengontrol efek Coolidge yang merupakan sifat hewani dalam dirinya. Dengan membenahi pola pikir dan mengontrol diri, hubungan yang lebih sehat dan dewasa dapat dibangun tanpa harus melukai pasangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....