Ketupat dan Ekonomi Musiman yang Menggeliat Menjelang Lebaran
- 17 Mar 2026 14:33 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Ketupat menjadi salah satu hidangan yang tidak terpisahkan dari perayaan Idulfitri di Indonesia. Menjelang Lebaran, permintaan terhadap ketupat dan bahan pembuatnya biasanya meningkat seiring tradisi masyarakat yang menjadikannya sajian utama di meja makan.
Dilansir dari Mongabay Indonesia, perajin kulit ketupat dan pembuat ketupat mengalami lonjakan pesanan berkali-kali lipat selama musim Lebaran. Fenomena ini menunjukkan tradisi kuliner Lebaran turut menciptakan peluang ekonomi musiman bagi masyarakat.
Peningkatan permintaan ketupat biasanya mulai terasa beberapa hari sebelum Idulfitri. Di pasar tradisional, pedagang janur dan selongsong ketupat mulai ramai melayani pembeli yang mempersiapkan hidangan Lebaran.
Momen ini juga dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk menambah penghasilan. Mereka membuat selongsong ketupat dari anyaman janur atau menjual ketupat siap pakai kepada para pembeli.
Tradisi membuat ketupat pada akhirnya membentuk rantai ekonomi yang melibatkan banyak pihak. Petani kelapa, pengrajin anyaman, pedagang pasar, hingga pelaku usaha kuliner turut merasakan dampaknya.
Selain dijual sebagai selongsong, ketupat juga menjadi bagian dari berbagai hidangan khas Lebaran. Menu seperti opor ayam, sayur labu, hingga rendang hampir selalu disajikan bersama ketupat saat hari raya.
Permintaan ketupat yang meningkat dalam waktu singkat mencerminkan adanya pola ekonomi musiman yang khas menjelang Lebaran. Meski berlangsung dalam periode terbatas, aktivitas ini mampu memberikan tambahan pendapatan bagi banyak pelaku usaha kecil.
Pada akhirnya, ketupat tidak hanya menjadi simbol kebersamaan dalam tradisi Idulfitri. Di balik anyaman janur tersebut, terdapat perputaran ekonomi sederhana yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....