Warisan Resep 1992, Aulia Prata Hadirkan Cita Rasa Autentik Malaysia di Bintan
- 01 Mar 2026 17:18 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Menjaga resep turun-temurun selama lebih dari tiga dekade bukanlah perkara mudah. Namun, Aulia Prata membuktikan bahwa kelezatan autentik yang dirintis sejak tahun 1992 kini sukses merambah pasar anak muda di Bintan dengan konsep harga bersahabat, namun kualitas rasa sekelas bintang.
Muhammad Fahrul, owner Aulia Prata, mengungkapkan bahwa usaha ini merupakan warisan dari sang ayah yang sempat menimba ilmu kuliner di Malaysia. Berawal dari sebuah kedai kecil di Pulau Terong, usaha ini terus berkembang hingga membuka cabang di Batam dan kini hadir di kawasan Toapaya Asri, Bintan.
“Awalnya Abah (Ayah) bekerja dengan orang di Malaysia pada tahun 1992. Setelah dua sampai tiga tahun belajar, beliau mencoba buka usaha sendiri di Indonesia. Nama awalnya adalah Roti Prata Penawar Rindu, sebelum akhirnya kami branding ulang menjadi Aulia Prata,” ujar Fahrul dalam program Sembang UMKM di Pro 4 RRI Tanjungpinang, Sabtu, 28 Februari 2026.
Kesuksesan Aulia Prata terletak pada konsistensi teknik pembuatan dan bahan baku. Fahrul menjelaskan bahwa adonan prata miliknya memiliki tekstur yang sangat lembut dan tetap empuk meski sudah dingin, sebuah kualitas yang jarang ditemukan pada produk serupa.
“Yang membedakan kita adalah kuah karinya yang identik dengan potongan ayam dadu di dalamnya, bukan sekadar kuah kosong. Selain itu, kami juga menyediakan sambal tumis dengan perpaduan rasa manis dan gurih yang sering diminta lebih oleh pelanggan,” ucapnya.
Meski masih berstatus mahasiswa, Fahrul bersama rekannya Muhammad Syafiq menunjukkan dedikasi tinggi dalam mengelola cabang terbaru di Bintan. Mereka harus berbagi waktu antara jam kuliah dan proses produksi yang menantang, termasuk memasak kari selama berjam-jam pada malam hari agar produk tetap segar saat dijual.
Tidak hanya mengandalkan menu prata original dan isi ayam, Aulia Prata juga berinovasi dengan menu kekinian, seperti, prata topping keju, susu, dan glaze untuk menarik minat anak muda yang menyukai rasa manis. Selain itu, menu pendamping, seperti, kebab dan Teh Tarik yang bahannya didatangkan langsung dari Malaysia menjadi daya tarik tambahan bagi penikmat kuliner di Bintan.
“Kami melihat peluang di daerah kampus dan kos-kosan di Bintan yang belum ada penjual prata sejenis. Strategi kami adalah menjaga komunikasi yang ramah dengan pelanggan dan memanfaatkan pemasaran digital lewat media sosial,” kata Syafiq, yang turut membantu operasional bisnis ini.
Sebagai wirausahawan muda, Fahrul berbagi pesan bahwa kunci utama memulai bisnis adalah keberanian membaca peluang dan ketekunan dalam praktik langsung. Menurutnya, teori yang didapat di bangku perkuliahan harus dibarengi dengan aksi nyata di lapangan.
“Kita harus bisa melihat risiko dan perhitungan modal secara detail. Jangan hanya sekadar ikut-ikutan tren, tapi temukan passion dan inovasi yang bisa membedakan produk kita dengan yang lain,” tuturnya.
Menutup perbincangan, ia berharap Aulia Prata dapat terus berkembang dan menjadi pilihan utama masyarakat Bintan yang merindukan cita rasa prata autentik. Saat ini, masyarakat dapat menikmati kelezatan Aulia Prata di Kedai Kopi Relasi, Toapaya Asri, setiap sore menjelang waktu berbuka puasa.
“Harapan kami bisa terus istikamah menjaga rasa. Karena bagi kami, kepuasan pelanggan saat merasakan kelembutan prata dan gurihnya kari kami adalah prioritas utama,” katanya, mengakhiri.