Tak Lagi Identik dengan Kota, Sukses Kini Bisa dari Desa

  • 17 Feb 2026 06:18 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Selama bertahun-tahun, kota dianggap sebagai pusat segala peluang dan simbol keberhasilan. Desa sering kali dipersepsikan sebagai ruang dengan keterbatasan akses dan masa depan yang sempit.

Namun, arah pembangunan mulai menunjukkan perubahan signifikan. Desa kini dipandang sebagai ruang potensial yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas dan teknologi.

Dilansir dari situs Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (DJPB Kemenkeu), desa-desa di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang secara ekonomi apabila didukung oleh digitalisasi. Integrasi teknologi informasi memberi peluang meningkatkan produktivitas, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Konsep desa digital menjadi salah satu pendekatan yang didorong pemerintah untuk menjawab tantangan tersebut. Integrasi teknologi informasi dan komunikasi ke dalam kehidupan masyarakat desa membuka akses informasi, layanan, serta peluang usaha berbasis teknologi.

Perubahan ini tidak hanya menyentuh sektor perdagangan, tetapi juga pendidikan dan kreativitas. Masyarakat desa kini dapat mengikuti pelatihan daring, memperluas jejaring, dan memasarkan produk tanpa batas geografis.

Anak muda desa pun mulai melihat kampung halaman sebagai ruang peluang, bukan lagi titik keberangkatan menuju kota. Mereka membangun usaha rintisan, mengembangkan ekonomi kreatif, hingga bekerja secara jarak jauh dari desa.

Transformasi ini menunjukkan bahwa makna sukses tidak lagi selalu identik dengan urbanisasi. Keberhasilan kini dapat diraih melalui inovasi dan adaptasi teknologi di lingkungan sendiri.

Produk-produk lokal yang sebelumnya hanya beredar di pasar tradisional kini dapat dipasarkan melalui platform digital. Nilai tambah tercipta ketika potensi lokal dikemas secara kreatif dan terhubung dengan pasar yang lebih luas.

Di sisi lain, desa juga memiliki modal sosial yang kuat berupa solidaritas dan gotong royong. Ketika dipadukan dengan teknologi, modal sosial tersebut menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.

Tentu saja, penguatan kapasitas sumber daya manusia tetap menjadi kunci. Literasi digital dan kemampuan manajerial harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur.

Desa bukan lagi sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang aktif menentukan arah kemajuannya. Digitalisasi memberi ruang bagi masyarakat untuk menciptakan nilai ekonomi tanpa harus meninggalkan identitas lokal.

Kini, sukses tidak lagi identik dengan kota. Dari desa pun, masa depan dapat dibangun dengan daya saing yang tak kalah kuat dan fondasi komunitas yang kokoh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....