Mahasiswa Se-Tanjungpinang-Bintan Antusias Ikuti Pelatihan UMKM

  • 15 Jun 2025 23:54 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang: Semangat mahasiswa untuk berperan aktif dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terbukti nyata melalui terselenggaranya kegiatan pelatihan UMKM bagi mahasiswa se-Tanjungpinang dan Bintan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi mahasiswa yang difasilitasi oleh M. Khairil, Koordinator Daerah BEM se-Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), bersama Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri, pada 15 Mei 2025 lalu.

Pelatihan ini diikuti oleh 150 peserta dari tiga perguruan tinggi di wilayah Tanjungpinang dan Bintan, yakni STAIN Sultan Abdurrahman Kepri sebanyak 136 peserta, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) sebanyak 13 peserta, dan STIE Pembangunan Tanjungpinang 1 peserta. Para peserta dibagi ke dalam lima kelas yang membahas berbagai topik strategis terkait pengembangan UMKM, antara lain, strategi pemasaran, manajemen usaha, tata kelola, serta pemanfaatan teknologi digital.

“Kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa tidak hanya bicara soal teori, tetapi juga siap turun tangan membangun ekonomi kerakyatan melalui UMKM,” ujar M. Khairil, Senin (16/6/2025).

Ia menambahkan, kepercayaan yang diberikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kepri, Riki Rionaldi, menjadi motivasi besar bagi mahasiswa untuk terus berkontribusi dalam pengembangan sektor UMKM. Menurutnya, mahasiswa melihat pelatihan ini sebagai langkah awal yang strategis untuk memperluas wawasan kewirausahaan, mempererat jejaring antar kampus, serta membuka ruang kolaborasi dengan para pemangku kebijakan dan pelaku usaha.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari Dinas Koperasi dan UMKM Kepri. Ini merupakan pelatihan UMKM pertama di tingkat mahasiswa, dan kami siap mendukung serta menyukseskan program-program pemerintah ke depan,” ujarnya.

Riki Rionaldi, menyampaikan apresiasi atas antusiasme yang ditunjukkan mahasiswa. “Ini adalah momentum penting. Kami berharap semangat mahasiswa ini menjadi pemicu lahirnya pelaku UMKM muda yang tangguh dan berdaya saing di Kepri,” ungkap Riki.

Bagi mahasiswa, pelatihan ini bukan sekadar ajang belajar, melainkan bentuk nyata kontribusi mereka terhadap pembangunan dan penguatan ekonomi lokal. Ke depan, mereka berharap akan ada lebih banyak ruang kolaboratif antara kampus, pemerintah, dan sektor usaha untuk mendukung pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan di Kepri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....