Konten Jadi Cuan: Peluang Baru di Era Ekonomi Kreator
- 30 Sep 2026 18:16 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Menghasilkan konten di media sosial sekarang bukan sekadar kegiatan untuk menyebarkan informasi atau hiburan. Bagi sebagian orang, kreativitas dalam dunia digital mulai menjadi peluang ekonomi.
Konten seperti video singkat, gambar, podcast, dan siaran langsung dapat menjadi alat untuk mengembangkan audiens sekaligus menciptakan kesempatan kolaborasi dengan berbagai pihak. Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif telah mencantumkan konten digital sebagai salah satu dari 21 subsektor ekonomi kreatif dalam Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026–2045.
Perkembangan tersebut menjadikan sumber penghasilan kreator semakin bervariasi. Kreator bisa mendapatkan pendapatan lewat iklan, kolaborasi dengan merek, program afiliasi, penjualan barang, keanggotaan, serta dukungan langsung dari pengikut.
Kementerian Ekraf pada Juni 2026 menekankan monetisasi karya kreatif sebagai aspek krusial dalam pengembangan ekosistem kreator digital, termasuk melalui kerja sama dengan YouTube dan Google Indonesia. Kesempatan ekonomi semakin meluas karena konten digital mampu mengakses pasar yang lebih besar tanpa perlu bergantung pada lokasi fisik.
Laporan e-Conomy SEA 2025 yang disusun oleh Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat bahwa video commerce berkontribusi sekitar 25 persen dari total nilai transaksi bruto (GMV) ekonomi digital di Asia Tenggara pada tahun 2025. Laporan itu juga menunjukkan semakin krusialnya peran kreator lokal dan micro-influencer dalam memfasilitasi transaksi melalui saran yang diandalkan oleh audiens.
Meskipun begitu, menjadi seorang kreator tidak hanya sekadar mengejar banyaknya penonton. Pengusaha harus mengenali karakter audiens, mempertahankan konsistensi, menciptakan konten yang bernilai serta menyadari regulasi platform dan hak cipta.
Pemerintah juga menegaskan signifikansi pengembangan bakat, penyebaran karya, dan monetisasi supaya kreativitas tidak hanya berfungsi sebagai konten, melainkan bisa tumbuh menjadi aset ekonomi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....