Fitur Paylater Picu Perilaku Konsumtif di Masyarakat

  • 12 Mei 2026 16:38 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kemudahan fitur paylater dalam aplikasi fintech dinilai mendorong perubahan perilaku belanja masyarakat. Akses instan tanpa pembayaran langsung sering kali memicu keputusan konsumsi yang kurang terencana.

Di satu sisi, fitur ini membantu perputaran ekonomi dan memudahkan transaksi. Namun di sisi lain, penggunaan yang tidak terkendali dapat menimbulkan beban finansial bagi pengguna.

“Paylater itu tidak buruk, tapi sering kali digunakan secara terpaksa demi memenuhi keinginan sesaat,” ujar Hendy Satria, Pengamat Ekonomi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pembangunan, Selasa, 12 Mei 2026.

Ia menegaskan bahwa dampak positif atau negatif sangat bergantung pada cara pengguna memanfaatkan fasilitas tersebut. Ketika digunakan tanpa perencanaan, paylater berpotensi menimbulkan utang konsumtif.

“Barang yang sebenarnya tidak mendesak jadi terkesan harus dibeli karena ada kemudahan pembayaran,” katanya.

Menurutnya, fenomena ini banyak terjadi pada generasi muda yang akrab dengan teknologi. Mereka memahami cara kerja financial technology (fintech), tetapi sering mengabaikan pertimbangan kebutuhan.

“Kemudahan akses justru membuat sebagian orang kurang selektif dalam berbelanja,” tuturnya.

Hendy menilai perlu adanya edukasi yang lebih menekankan pada pengendalian diri dalam bertransaksi digital. Tanpa itu, fintech justru dapat mendorong pola hidup konsumtif.

“Kuncinya bukan di teknologinya, tapi di kedewasaan pengguna dalam memanfaatkannya,” katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....