Warga Lingga Ramai Jual Perhiasan karena Tekanan Ekonomi

  • 27 Mar 2026 12:58 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Lingga - Tren tak biasa terlihat di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga saat warga justru ramai menjual emas ketimbang menebus atau membeli. Kondisi ini sudah terjadi sejak 10 hari menjelang Idulfitri hingga pasca Lebaran.

Di sejumlah toko perhiasan, aktivitas jual emas meningkat tajam. Warga memilih melepas perhiasan demi menutup kebutuhan ekonomi yang kian mendesak.

Fenomena ini dipicu tekanan ekonomi yang belum stabil. Kebutuhan seperti kue Lebaran, pakaian baru, hingga biaya lainnya membuat warga mengambil langkah cepat.

Bahkan, ada warga yang terpaksa menjual emas karena sudah terlanjur berbelanja. Kondisi ini membuat perhiasan jadi penyelamat dadakan di tengah kebutuhan mendesak.

Salah satu penjual emas di Toko Sumbar Dabo Singkep, Aldi, mengungkapkan tren tahun ini berbeda dari sebelumnya. Ia menyebut biasanya Lebaran identik dengan pembelian emas.

“Tahun ini warga lebih banyak menjual perhiasan, beda dengan tahun-tahun sebelumnya yang justru membeli,” kata Aldi, Jumat 27 Maret 2026.

Ia menilai kondisi ekonomi sangat berpengaruh. Menariknya, tren ini berlanjut hingga arus balik Lebaran.

"Rata-rata warga menjual emas untuk kebutuhan transportasi anak-anak yang kembali sekolah atau bekerja di luar daerah," ujarnya.

Tak sedikit yang menggunakan hasil penjualan untuk membeli tiket kapal. Kebutuhan mobilitas pasca Lebaran menjadi alasan utama gelombang penjualan lanjutan.

Kondisi ini juga diperparah dengan belum cairnya THR bagi sebagian ASN di Pemkab Lingga. Alhasil, emas bukan lagi sekadar perhiasan, tapi tabungan darurat yang akhirnya dilepas demi bertahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....