Pembayaran Digital Picu Belanja Lebih Boros
- 10 Mar 2026 10:23 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Perkembangan pembayaran digital membuat transaksi semakin cepat dan praktis bagi masyarakat modern dalam aktivitas belanja sehari-hari. Namun kemudahan tersebut juga memunculkan kekhawatiran baru terkait perilaku konsumsi yang semakin impulsif dan sulit dikendalikan.
Penelitian internasional dari Massachusetts Institute of Technology, menunjukkan metode pembayaran memengaruhi cara orang merasakan pengeluaran uang. Studi yang dipimpin Drazen Prelec, menemukan kartu dan pembayaran digital mengurangi rasa “sakit membayar” dibandingkan uang tunai.
Konsep ini dikenal sebagai pain of paying, yaitu sensasi psikologis yang muncul ketika seseorang benar-benar merasakan uangnya berkurang. Ketika transaksi terjadi secara digital sensasi tersebut melemah sehingga pengeluaran terasa lebih ringan bagi sebagian besar konsumen.
Penelitian lain dari University of Chicago dan Harvard University, juga menemukan pola serupa dalam perilaku konsumen modern. Studi yang dipimpin Richard Thaler, menunjukkan cara pembayaran memengaruhi kontrol diri dalam keputusan finansial.
Dalam eksperimen tersebut peserta cenderung menghabiskan lebih banyak uang ketika menggunakan kartu atau sistem pembayaran non-tunai. Sebaliknya penggunaan uang tunai membuat individu lebih berhati-hati karena mereka melihat langsung jumlah uang yang berkurang.
Penelitian pemasaran dalam jurnal Journal of Consumer Research, juga mengungkap efek serupa pada perilaku belanja ritel. Konsumen yang menggunakan metode pembayaran digital lebih sering melakukan pembelian impulsif dibandingkan pembeli yang menggunakan uang tunai.
Fenomena ini semakin terlihat dengan munculnya dompet digital dan fitur pembayaran satu klik pada aplikasi belanja. Proses transaksi yang sangat cepat membuat jeda berpikir konsumen sebelum membeli menjadi jauh lebih pendek.
Para ahli keuangan menyarankan masyarakat tetap memantau riwayat transaksi digital secara rutin setiap minggu. Kesadaran terhadap pola pengeluaran dapat membantu menjaga kontrol finansial meskipun menggunakan sistem pembayaran modern.
Dengan pemahaman tersebut konsumen dapat menikmati kemudahan teknologi finansial tanpa kehilangan kendali terhadap kebiasaan belanja. Teknologi pembayaran digital tetap bermanfaat selama digunakan dengan kesadaran dan pengelolaan keuangan yang bijak.