Perkembangan Koperasi Merah Putih di Kepri Sangat Menjanjikan

  • 01 Okt 2025 17:15 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang: Program Koperasi Merah Putih di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Guna mempercepat keberhasilan program ini, diperlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN, pelaku swasta, hingga seluruh elemen masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kepri, Budiman, menyampaikan bahwa Koperasi Merah Putih merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan ekonomi para anggotanya.

“Saat ini, seluruh desa dan kelurahan di Kepri telah membentuk sebanyak 407 koperasi Merah Putih. Dari jumlah tersebut, 11 koperasi sudah mulai beroperasi dan memberikan pelayanan kepada anggotanya,” ujar Budiman kepada RRI, Kamis (2/10/2025).

Ia menambahkan, sektor perbankan juga telah menyatakan kesiapan untuk menyalurkan pembiayaan guna mendukung kegiatan usaha koperasi. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat operasional koperasi dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para anggota koperasi.

“Pendanaan koperasi dapat bersumber dari simpanan anggota maupun pembiayaan dari perbankan,” jelasnya.

Budiman menekankan bahwa pembentukan koperasi harus diiringi dengan fungsi nyata dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Koperasi yang aktif dan produktif diyakini mampu memberikan manfaat langsung bagi warga.

“Koperasi harus benar-benar beroperasi, memenuhi kebutuhan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa koperasi yang telah berjalan dapat mengajukan pembiayaan melalui bank-bank Himbara dengan plafon pinjaman maksimal Rp3 miliar per koperasi, serta suku bunga yang rendah. Untuk itu, koperasi perlu menyusun rencana bisnis yang matang, seperti membuka toko sembako, restoran, gudang logistik, jasa rental kendaraan, unit simpan pinjam, penggemukan sapi, atau bentuk usaha lainnya.

“Penyaluran pinjaman tetap mengacu pada hasil uji kelayakan usaha agar proses pengembalian berjalan lancar,” tambahnya.

Dengan dukungan kelembagaan yang kuat, akses pendanaan yang terbuka, serta partisipasi aktif masyarakat, Budiman optimistis Koperasi Merah Putih di Kepri akan terus berkembang. Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dalam mewujudkan Kepri yang maju, makmur, dan merata menuju Indonesia Emas 2045.

“Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi wadah ekonomi kerakyatan yang mampu mewujudkan Kepri maju, makmur, dan merata untuk Indonesia Emas 2045,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....