Singapura-Hong Kong Rajai Investasi Kepri, Sektor Logam Jadi Primadona

  • 18 Jun 2026 15:06 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Realisasi investasi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada tahun 2025 dan Triwulan I 2026 mencatatkan capaian luar biasa hingga melampaui target yang ditetapkan. Kinerja positif tersebut dipaparkan resmi oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kepri, Hasfarizal Handra, di Tanjungpinang.

Pada tahun 2025, realisasi investasi Kepri sukses menembus angka Rp64,67 triliun dari target RPJMD yang sebesar Rp47,70 triliun. Capaian impresif ini sekaligus berhasil melampaui target yang dibebankan secara nasional yakni senilai Rp57,89 triliun.

Sementara itu, realisasi investasi pada Triwulan I 2026 dilaporkan telah menyentuh Rp23,80 triliun dari target tahunan nasional sebesar Rp85,62 triliun. Tren positif pada awal tahun ini memicu optimisme bahwa total capaian investasi Kepri mampu melampaui target di akhir tahun 2026.

“Triwulan I Tahun 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp23,80 triliun,” kata Hasfarizal Handra, Kamis 18 Juni 2026.

Hasfarizal menyampaikan Singapura dan Hong Kong sejauh ini masih kokoh menjadi dua negara terbesar yang menanamkan modalnya di wilayah Kepri. Posisi lima besar tersebut kemudian diikuti oleh Amerika Serikat, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dan Jepang pada triwulan pertama tahun ini.

“Ada lima negara besar yang berinvestasi di Kepri, peringkat pertama Singapura disusul Hong Kong,” ujarnya.

Sektor industri dasar logam beserta barang logam non-mesin tercatat menjadi bidang usaha penanaman modal asing yang paling diminati. Sedangkan untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sektor listrik, gas, air, serta industri kimia menjadi motor penggerak utama.

Wilayah perdagangan bebas (FTZ) Batam, Bintan, dan Karimun saat ini masih menjadi primadona utama dalam menarik minat para pelaku usaha. Kendati demikian, pemerintah daerah juga terus mendorong pemerataan potensi investasi ke wilayah lain seperti Natuna, Anambas, dan Lingga.

“Pemerintah Daerah terus mendorong pemerataan potensi investasi untuk sejumlah kabupaten/kota,”ucapnya.

Guna mempermudah investor, DPMPTSP Kepri kini tengah merampungkan program peta potensi investasi dan sistem One Kepri Investment Partnership (OKIP). Integrasi data satu pintu ini dirancang agar para pelaku usaha dapat menemukan kecocokan lokasi investasi secara cepat dan akurat.

"Kami dari pemerintah provinsi akan terus memacu segala perizinan dalam memudahkan pelaku usaha berinvestasi di Kepri," katanya.

Komitmen kemudahan akses pelayanan dan promosi digital tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....