Rumput Laut Pulau Lalang Bikin Investor Ikut Nyemplung
- 14 Apr 2026 10:04 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Lingga - Budidaya pembibitan rumput laut di Desa Pulau Lalang, Kabupaten Lingga, mulai mencuri perhatian investor yang sebelumnya mungkin hanya melirik dari kejauhan. Kini, laut Lingga tak lagi sekadar tempat melaut, tapi mulai diposisikan sebagai pusat budidaya rumput laut di Kepulauan Riau.
Perusahaan Kebula Raya Bestari mengembangkan pembibitan ini secara bertahap dengan menggandeng masyarakat lokal sebagai pelaku utama. Langkah ini bukan hanya soal bisnis, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi nelayan yang selama ini bergantung pada hasil tangkapan laut.
Salah satu investor lokal yang mulai serius menaruh minat adalah PT Zafira Agri Perkasa asal Tanjungpinang. Perusahaan ini sebelumnya juga mengembangkan rumput laut di perairan Kepulauan Bakung Serumpun, Lingga, sehingga melihat Pulau Lalang sebagai “ladang hijau” berikutnya di tengah laut biru.
Tim tenaga ahli kelautan dari PT Zafira Agri Perkasa bersama tim PT Kebula Raya Bestari turun langsung ke lokasi. Mereka meninjau kondisi pembibitan rumput laut sambil berdiskusi dengan nelayan lokal yang sudah lebih dulu berkenalan dengan tali dan bibit rumput laut.
Tenaga ahli PT Zafira Agri Perkasa, Muzahar, menyebut peninjauan ini bukan sekadar jalan-jalan menikmati angin laut. Ia menegaskan, pihaknya ingin memastikan apakah pembibitan di Pulau Lalang ini bisa menjadi rujukan untuk pengembangan rumput laut kami di Pulau Busung.
"Kami ingin memastikan apakah pembibitan di Pulau Lalang ini bisa menjadi rujukan untuk pengembangan rumput laut kami di Pulau Busung," kata Muzahar, Selasa 14 April 2026.
Direktur PT Kebula Raya Bestari, Sinta Putri Bestari, menyambut hangat kolaborasi ini dengan nada optimistis. Ia mengatakan, pihaknya membuka peluang kerja sama lebih luas agar Lingga bisa menembus pasar ekspor seperti Tiongkok dan Korea.
"Kami membuka peluang kerja sama lebih luas agar Lingga bisa menembus pasar ekspor seperti Tiongkok dan Korea," kata Sinta.
Kerja sama antara kedua perusahaan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan rumput laut dengan standar kualitas ekspor yang ketat. Dengan pendekatan ini, Lingga didorong menjadi sentral budidaya rumput laut di Kepri, bukan sekadar penonton di tengah potensi lautnya sendiri.
Jika rencana ini berjalan mulus, bukan tidak mungkin nelayan Pulau Lalang akan lebih sering “panen tali” daripada sekadar menjaring ikan. Selain meningkatkan nilai ekonomi, kolaborasi ini juga diharapkan membuka lapangan kerja baru dan memperkuat sektor kelautan daerah secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....