Pedagang Khawatir Dampak Efisiensi, Daya Beli Masyarakat Berkurang

  • 13 Feb 2025 10:04 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang: Bulan Ramadhan adalah waktu yang dinanti-nantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Selain menjadi bulan penuh berkah, Ramadhan juga membawa berkah ekonomi bagi para pedagang, terutama pedagang pakaian. Permintaan akan pakaian baru biasanya meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Namun, di tengah semangat menyambut Ramadhan, para pedagang pakaian juga menghadapi tantangan akibat efisiensi anggaran pemerintah. Kebijakan ini dapat berdampak pada daya beli masyarakat dan pada akhirnya mempengaruhi penjualan pakaian.

Para pedagang, terutama pedagang kecil dan menengah, sangat bergantung pada daya beli masyarakat. Jika daya beli masyarakat menurun, maka penjualan mereka juga akan ikut menurun. Hal ini tentu akan berdampak pada pendapatan dan kelangsungan usaha mereka.

Salah seorang pedagang pakaian di belakang Pasar Baru Encik Puan Perak Kota Tanjungpinang, Budiawan, menyampaikan kekhawatiran dengan adanya efisiensi anggaran pemerintah. Menurutnya, efesiensi dapat menyebabkan penurunan pendapatan masyarakat, yang pada gilirannya dapat mengurangi pengeluaran untuk membeli pakaian baru.

“Kalau seperti ini, masyarakat mungkin menjadi lebih selektif untuk membeli pakaian,” terang Budiawan, Kamis (13/2/2025).

Budi mengatakan, penjualan setelah wabah virus Covid-19 jauh merosot dari sebelum virus melanda. Meskipun, sejumlah pedagang sudah pada bangkit, untuk penjualan pakaian atau konveksi masih belum ramai pembeli.

“Setelah corona aja kami belum ramai pembeli, apalagi setelah ada efesiensi anggaran ini. Ngak tau lah,” ujarnya.

Budi berharap pemerintah dapat mempertimbangkan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran ini terhadap daya beli masyarakat. Mereka berharap pemerintah dapat mencari solusi lain yang tidak merugikan masyarakat dan pedagang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....