MIN 1 Bintan Jadi Contoh Madrasah Moderat
- 16 Feb 2024 15:32 WIB
- Tanjungpinang
KBRN, Tanjungpinang : Keberadaan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) I Bintan menjadi salah satu cerminan sikap moderasi yang ditanamkan sejak dini di Provinsi Kepulauan Riau.
Moderasi dan toleransi beragama menjadi kunci persatuan bangsa Indonesia yang memang terdiri dari berbagai ragam suku bangsa dan budaya yang berbeda.
Hal ini pulalah yang saat ini menjadi fokus Kementerian Agama dalam salah satu program prioritasnya. Program ini dijalankan di semua lini satuan kerja, termasuk di lembaga pendidikan.
Toleransi harus ditanamkan sejak dini, Seperti yang tergambar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) I Bintan yang berlokasi di Desa Berakit Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.
Di madrasah yang terletak di wilayah perbatasan ini, pendidikan toleransi antarumat beragama tidak hanya diajarkan lewat tatap muka. Kondisi MIN I Bintan yang unik, karena tidak hanya berisi murid beragama Islam, tetapi juga menerima murid nonmuslim, membuat sikap moderasi beragama nampak dalam interaksi sehari-hari.
Berdasarkan catatan sejarah, MIN 1 Bintan didirikan pada tahun 3 Januari 1951 dengan nama SRP (Sekolah Rakyat Partikelir). Madrasah ini merupakan madrasah tertua se- Provinsi Riau kala itu, saat belum memisahkan diri menjadi Provinsi Kepulauan Riau.
Seiring berjalan waktu, SRP sempat mengalami pergantian nama beberapa kali. Pada tahun 1958 SRP berubah menjadi SRI (Sekolah Rakyat Islam), tahun 1959 berubah menjadi Sekolah Rakyat (SR) di bawah Yayasan Madrasah Wajib Belajar (YMWB), dan tahun 1967 berubah nama menjadi MIS (Madrasah Ibtidaiyah Swasta). Madrasah ini kemudian dinegerikan pada tahun 1968 dengan nama MIN Berakit.
Pada tahun 2016 MIN Berakit berganti menjadi MIN 2 Bintan sebelum kemudian berganti nama kembali menjadi MIN 1 Bintan hingga saat ini. Sedangkan MIN 2 Bintan menjadi nama madrasah yang berada di Desa Pangkil Kecamatan Teluk Bintan.
Saat ini terdapat 8 murid nonmuslim di MIN 1 Bintan yang beragama Kristen dan Katolik. Menurut Kepala MIN 1 Bintan Ridwan, kondisi unik ini sudah ada sejak berdirinya madrasah.
“Menurut informasi dari para tokoh masyarakat dan guru senior, sejak berdirinya memang sudah ada murid nonmuslim karena dulu di sini tidak ada SD, hanya MIN saja," kata Ridwan, Kamis (15/2/2024).
Saat ini terdapat 8 siswa yang nonmuslim, kelas 1 ada 1 orang, kelas 2 ada 2 murid (laki-laki dan perempuan), kelas 4 ada 2 murid perempuan, kelas 5 ada 2 murid laki-laki, dan kelas 6 ada 1 orang laki-laki. Mereka beragama Kristen dan Katolik.
Ridwan mengisahkan, murid nonmuslim yang bersekolah di MIN 1 Bintan rata-rata sudah turun temurun dari orang tuanya yang dulu juga bersekolah di sini. Ini membuktikan kepercayaan mereka terhadap MIN 1 Bintan terbilang tinggi. Meski sudah disarankan untuk memilih sekolah yang lain, keinginan mereka tidak goyah.
“Kami pernah menyarankan untuk (daftar) ke SD tapi mereka tidak mau. Saat mendaftarkan anaknya kita sudah menyampaikan bahwa MIN 1 Bintan sekolah berbasis agama, mereka tetap mau mendaftar,” ucap Ridwan.
Ridwan menceritakan interaksi para murid dengan adanya perbedaan agama di MIN 1 Bintan. Menurutnya, mereka tetap bermain bersama layaknya anak-anak tanpa ada diskriminasi atas perbedaan agama.
“Alhamdulillah dari saya bertugas tidak ada permasalahan, mereka sama saja tidak ada saling mengejek dan menganggap mereka satu keluarga. Kadang-kadang mereka (murid nonmuslim) ikut membersihkan Musala, saat muslim salat mereka tetap menunggu, pulangnya sama-sama,” ujar Ridwan.
Meski demikian, Ridwan mengutarakan harapannya agar kebutuhan pendidikan agama bagi murid nonmuslim di MIN 1 Bintan juga terpenuhi.
“Karena sudah ada moderasi beragama, kita mengharapkan kalau diperbolehkan didatangkan guru agama Kristen dan Katolik, karena sampai saat ini unsur madrasah dari hasil rapor tidak ada penilaian bidang studi nonmuslim,” ujarnya.
Sementara salah seorang guru, Anton Sunyoto, mengatakan, meski tidak memiliki keyakinan yang sama murid nonmuslim di MIN 1 Bintan tetap mengikuti kegiatan belaja
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....