Isu Wanita Dibegal di Bintan Hoax

  • 09 Agt 2024 15:06 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Bintan: Polres Bintan menyatakan bahwa kabar adanya seorang ibu rumah tangga yang bekerja di Pelabuhan Asdp - Roro Tanjung Uban dibegal di Jalan Batin Desa Sebong Pereh adalah berita hoax atau tidak benar.

Saudari BM(25) mengakui saat jalan pulang mampir di Warung Counter Handphone yang ada di Kampung Sakera Kelurahan Tanjung Uban Utara sambil menelpon suaminya dengan meminta tolong karena di begal di Counter Sakera.

“Tidak benar itu saudari BM dibegal,” kata Iptu Misyamsu Alson Jumat (9/8/2024).

Dirinya menjelaskan bahwa saudari BM sempat berhenti disebuah warung dan menelopon suaminya. Dari sana, pemilik warung yang mendengar percakapan tersebut mengirimkan pesan suara Voice Note dan mengirimkan ke salah satu grup sehingga menjadi viral.

“Lalu pemilik warung membuat dan mengirimkan pesan suara ke grup Whatshap yang membuat masyarakat resah, setelah diselidiki oleh personel Polsek Bintan Utara ternyata tidak benar kejadian begal tersebut,” ujarnya.

Adanya pesan berantai melalui Group Whatshap yang berisi korban Begal di sepanjang jalan Bukit Lababa sampai dengan Kampung Sakera, Personek Unit Reskrim Polsek Bintan Utara melakukan penyelidikan informasi tersebut.

“Personel menjumpai MR yang membuat dan menyebarkan berita tersebut, MR mengakui menyebarkannya dengan niat untuk mengingatkan warga agar lebih berhati-hati kemudian berita tersebut menjadi viral,” Ia menjelaskan.

Selanjutnya personel menjumpai saudari BM selaku korban yang mengakui dibegal mengakui bahwa kejadian tersebut tidak benar hanya berniat menguji kesetiaan suaminya karena baru menikah selama 5 bulan.

“Cara saudari BM yang mengakui kena begal dengan cara BM memutuskan sendiri tali Tas sandang dan Kancing Baju serta membuat kotor Celana yang digunakannya seolah-olah benar terjadi pembegalan terhadap dirinya,” ucapnya.

“Bahkan setelah sampai dirumahnya, saudari BM menceritakan kepada orang tuanya dan tetangga disekitar rumahnya sehingga berita hoax tersebut tersebar dengan cepat, padahal berita tersebut bohong atau tidak benar yang membuat resah masyarakat,” Ia menambahkan.

Setelah personel menemukan para saksi dan korban serta orang yang membuat dan menyebarkan berita hoax tersebut dilakukan pemeriksaan dan interogasi.

“Setelah semua semua saksi dan korban dikumpulkan didapat kesimpulan bahwa kejadian begal yang membuat resah masyarakat tersebut adalah HOAX,” katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita