Bangunan Dapur Arang Bintan Mulai Mengalami Kerusakan
- 21 Sep 2026 12:04 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Bintan - Keberadaan dapur arang di kawasan Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, masih menyimpan sejarah aktivitas masyarakat setempat. Bangunan yang dahulu digunakan untuk produksi arang tersebut kini kondisinya mulai mengalami kerusakan.
Mantan pekerja dapur arang, Merry, mengatakan, aktivitas produksi arang di kawasan tersebut sebelumnya menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat. Ia mengaku pernah bekerja di dapur arang sejak 2003 hingga aktivitas tersebut berhenti pada 2011.
“Dulu masyarakat semua bekerja di dapur arang, termasuk saya pernah bekerja di sana dari tahun 2003 sampai 2011,” ujar Merry, Senin, 21 September 2026.

Menurutnya, produksi arang saat itu memanfaatkan kayu bakau yang kemudian diolah menjadi arang untuk dijual ke luar daerah. Arang tersebut bahkan dipasarkan hingga ke Singapura dan Malaysia.
Merry menjelaskan, aktivitas produksi kemudian dihentikan setelah muncul kekhawatiran terhadap keberlangsungan hutan mangrove dan habitat kepiting yang berada di kawasan tersebut. Pengambilan kayu bakau secara terus-menerus dinilai dapat mengurangi tempat hidup kepiting.
“Dulu Pak Ansar pernah menyampaikan, kalau bisa kegiatan ini dihentikan dulu karena kasihan kepitingnya. Kalau kayu bakau terus diambil, nanti kepiting tidak punya tempat tinggal,” ucapnya.
Saat ini, bangunan bekas dapur arang tersebut masih berdiri, namun kondisinya mulai mengalami kerusakan. Merry menyebutkan, ia mendapat informasi bahwa lokasi tersebut akan dimanfaatkan sebagai museum dan menjadi salah satu tempat yang dapat dikunjungi wisatawan.

Ia berharap, pemerintah dapat memperbaiki bangunan dapur arang apabila nantinya benar-benar dikembangkan sebagai museum atau destinasi wisata. Menurutnya, perbaikan diperlukan agar bangunan tidak semakin rusak dan tetap dapat dikunjungi masyarakat.
“Kalau memang untuk museum dan wisata, bagusnya dibetulkan oleh pemerintah, takutnya nanti roboh dan masyarakat tidak bisa berkunjung lagi,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....