Menegur tanpa Meninggikan Suara, Cara Bijak Membangun Komunikasi
- 31 Agt 2026 16:32 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Menegur seseorang ketika melakukan kesalahan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, cara menyampaikan teguran sangat menentukan bagaimana pesan tersebut diterima. Teguran yang disampaikan dengan suara keras dan emosi justru dapat membuat seseorang merasa tertekan, malu, atau memilih untuk tidak mendengarkan. Karena itu, menegur tanpa meninggikan suara dapat menjadi cara yang lebih bijak dalam membangun komunikasi.
Dikutip dari https://muslim.or.id/50522-jangan-suka-teriak-teriak.html, menegur dengan tenang bukan berarti membiarkan kesalahan. Sebaliknya, teguran tetap dapat disampaikan dengan tegas, tetapi menggunakan bahasa yang sopan dan tidak merendahkan. Fokusnya adalah pada perilaku yang perlu diperbaiki, bukan menyerang pribadi orang yang melakukan kesalahan.
Sebelum memberikan teguran, seseorang sebaiknya mengendalikan emosi terlebih dahulu. Memberikan waktu untuk menenangkan diri dapat membantu agar perkataan yang keluar tidak dipengaruhi kemarahan. Setelah suasana lebih tenang, sampaikan apa yang menjadi masalah secara jelas dan langsung.
Pemilihan kata juga menjadi hal penting. Kalimat seperti “Kita perlu memperbaiki cara ini” akan terdengar lebih membangun dibandingkan dengan ucapan yang menyalahkan atau mempermalukan. Dengan komunikasi yang positif, orang yang ditegur akan lebih mudah memahami kesalahannya dan mengetahui apa yang sebaiknya dilakukan.
Dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun tempat kerja, kebiasaan menegur dengan tenang dapat menciptakan hubungan yang lebih sehat. Anak-anak misalnya, membutuhkan arahan ketika melakukan kesalahan, tetapi juga perlu merasa aman untuk belajar dan memperbaiki diri. Begitu pula dalam hubungan antarteman atau rekan kerja, teguran yang disampaikan dengan rasa hormat dapat mencegah konflik berkembang menjadi lebih besar.
Menegur tanpa meninggikan suara juga mengajarkan bahwa ketegasan tidak harus disertai kemarahan. Seseorang tetap bisa memiliki batasan dan menyampaikan ketidaksetujuan tanpa harus membentak. Justru kemampuan mengendalikan emosi menjadi tanda bahwa seseorang mampu berkomunikasi secara dewasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....