Mengenal Protest Fashion: ketika Pakaian Menjadi Suara di Ruang Publik
- 30 Agt 2026 16:13 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pakaian selama ini dikenal sebagai bagian dari gaya hidup dan cara seseorang mengekspresikan diri. Namun, dalam perkembangan budaya dan sosial, pakaian juga dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan. Fenomena ini dikenal dengan istilah Protest fashion, yaitu penggunaan busana, warna, simbol, tulisan, atau aksesori sebagai bentuk penyampaian sikap terhadap isu tertentu.
Dikutip dari https://www.gramedia.com/blog/mengenal-protest-fashion, rotest fashion dapat ditemukan dalam berbagai kegiatan di ruang publik, mulai dari aksi solidaritas, kampanye sosial, hingga kegiatan komunitas. Seseorang dapat menggunakan kaus dengan tulisan tertentu, mengenakan warna yang memiliki makna khusus, atau menggunakan simbol tertentu untuk menunjukkan dukungan maupun penolakan terhadap sebuah isu. Dengan begitu, pakaian tidak hanya berfungsi sebagai penutup tubuh, tetapi juga menjadi media komunikasi visual.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa komunikasi tidak selalu disampaikan melalui kata-kata. Sebuah warna, gambar, slogan, atau simbol yang dikenakan seseorang dapat menarik perhatian dan mengundang orang lain untuk memahami pesan yang ingin disampaikan. Terlebih di era media sosial, penampilan dalam sebuah aksi atau kegiatan publik dapat dengan mudah diabadikan dan menyebar kepada masyarakat yang lebih luas.
Dalam sejarahnya, penggunaan busana sebagai bentuk ekspresi sosial dan politik telah muncul dalam berbagai gerakan masyarakat di berbagai negara. Pakaian tertentu bahkan kemudian menjadi simbol yang melekat pada sebuah gerakan. Hal ini memperlihatkan bahwa fashion memiliki hubungan erat dengan identitas, budaya, kebebasan berekspresi, dan dinamika masyarakat.
Meski demikian, penggunaan pakaian sebagai bentuk penyampaian pesan di ruang publik tetap perlu memperhatikan konteks dan norma yang berlaku. Kebebasan berekspresi sebaiknya disampaikan secara damai, bertanggung jawab, serta tidak mengandung unsur penghinaan, kebencian, atau provokasi yang dapat merugikan kelompok lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....