STAIN SAR Kepri Jadikan Labor Khazanah Melayu sebagai Wadah Pelestarian Budaya

  • 30 Jul 2026 09:38 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Upaya menjaga keberlangsungan budaya Melayu terus dikembangkan melalui dunia pendidikan. Salah satunya dilakukan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) melalui keberadaan Labor Khazanah Melayu yang menjadi ruang pengembangan kajian, pembelajaran, dan pelestarian budaya Melayu.

Penanggung jawab Labor Khazanah Melayu, Romi Akmal, mengatakan keberadaan laboratorium tersebut merupakan bagian dari upaya akademisi dalam mendukung visi kampus yang unggul dalam bidang keislaman dan kemelayuan. Budaya Melayu tidak cukup hanya dipelajari melalui teori, tetapi perlu dikenalkan secara lebih luas melalui pembelajaran yang menghadirkan pengalaman langsung bagi mahasiswa.

“Ini salah satu upaya kami, terutama di bidang akademik, untuk mendukung visi kampus yaitu unggul dalam keislaman dan kemelayuan. Bagaimana visi ini tetap bisa berjalan maksimal, tidak hanya di kampus tetapi juga penerapannya kepada mahasiswa,” ujar Romi Kepada RRI, Rabu, 29 Juli 2026.

Ia menjelaskan, Labor Khazanah Melayu dibangun sebagai wadah untuk mengembangkan nilai-nilai budaya Melayu melalui proses pendidikan. Kehadiran laboratorium ini juga menjadi upaya agar mahasiswa dapat memahami budaya Melayu sebagai bagian dari identitas masyarakat Kepulauan Riau.

“Laboratorium Melayu ini dibangun dalam upaya melestarikan budaya-budaya Melayu yang bisa diterapkan melalui materi kuliah, praktik tradisi, kemudian juga pengenalan simbol-simbol Melayu,” jelasnya.

Romi menyebutkan, penguatan kajian Melayu di STAIN SAR Kepri saat ini dilakukan melalui berbagai mata kuliah yang berkaitan dengan kemelayuan. Beberapa di antaranya seperti Tamadun Melayu, Kajian Naskah Melayu, serta mata kuliah lain yang disesuaikan dengan program studi masing-masing.

“Untuk saat ini belum dalam bentuk jurusan, tetapi lebih kepada mata kuliah. Mata kuliah yang berbau kemelayuan kita arahkan agar mahasiswa dapat memanfaatkan Labor Khazanah Melayu sebagai ruang pembelajaran,” katanya.

Ia menambahkan, gagasan pembangunan Labor Khazanah Melayu berawal dari inspirasi terhadap lembaga adat Melayu di Kepulauan Riau. Berbagai simbol dan nilai budaya yang terdapat di dalam lembaga adat tersebut kemudian dikembangkan menjadi konsep pembelajaran di lingkungan kampus.

Labor Khazanah Melayu STAIN SAR Kepri diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pengembangan kajian Melayu, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjaga warisan budaya agar tetap dipahami dan diwariskan kepada generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....