Hidup Bermarwah dan Beradab alam Dunia Melayu
- 29 Jul 2026 13:06 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Di tengah derasnya arus perubahan zaman, hidup bermarwah dan beradab menjadi nilai yang semakin penting untuk dijaga. Kemajuan teknologi dan perkembangan informasi memang membawa banyak kemudahan, namun tanpa akhlak dan adab, kemajuan itu dapat kehilangan arah. Sebab hakikat kemuliaan seseorang tidak hanya diukur dari apa yang dimilikinya, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan orang lain.
Dalam pandangan masyarakat Melayu, marwah adalah kehormatan yang melekat pada diri, keluarga, dan bangsa. Marwah dibangun melalui kejujuran, amanah, tanggung jawab, serta keberanian menjaga kebenaran. Sementara adab adalah cara seseorang bersikap, bertutur kata, dan bertindak dengan penuh hormat kepada sesama, tanpa mengurangi ketegasan dalam membela yang benar.
| Baca juga: Kearifan Lokal dalam Pelestarian Lingkungan |
Dikutip dari https://riaupos.jawapos.com/opini/1404210003/kesantunan-melayu, orang Melayu sejak dahulu diajarkan untuk berbicara dengan santun, menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, serta menjaga hubungan baik dengan tetangga dan masyarakat. Namun adab bukanlah alasan untuk membiarkan ketidakadilan. Kesantunan harus berjalan seiring dengan keberanian menyampaikan kebenaran secara bijaksana, berdasarkan fakta, dan dengan niat memperbaiki.
Hidup bermarwah juga berarti menjaga integritas dalam setiap amanah. Seseorang yang bermarwah tidak mudah menggadaikan prinsip demi keuntungan sesaat, tidak mengorbankan kepentingan bersama demi kepentingan pribadi, dan tidak menjadikan jabatan sebagai alat untuk mencari kemuliaan. Sebab marwah tidak dapat dibeli dengan harta, dan tidak dapat diwariskan tanpa keteladanan.
Dalam kehidupan bermasyarakat, marwah dan adab menjadi perekat yang menjaga persatuan. Ketika setiap orang saling menghargai, menjaga lisan, menghormati perbedaan, dan mengutamakan musyawarah, maka akan lahir kehidupan yang damai dan penuh rasa saling percaya. Nilai-nilai inilah yang selama berabad-abad menjadi kekuatan masyarakat Melayu dalam membangun kehidupan bersama.
Di era digital saat ini, hidup beradab juga berarti bijak menggunakan media sosial. Menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga, namun hendaknya dilakukan dengan bahasa yang santun, tidak menyebarkan fitnah, tidak menghina, dan tidak menghasut. Kebebasan berbicara akan lebih bermakna apabila disertai tanggung jawab moral.
Falsafah Melayu mengingatkan, "Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah." Nilai ini mengajarkan bahwa setiap perkataan dan perbuatan hendaknya berpijak pada adab, kejujuran, keadilan, dan nilai-nilai agama. Dengan demikian, hidup bermarwah bukan sekadar menjaga nama baik diri sendiri, tetapi juga menjaga kehormatan keluarga, masyarakat, dan negeri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....