Seni Tutur, Warisan Budaya yang Sarat Nilai dan Makna

  • 28 Jun 2026 22:48 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Seni tutur merupakan salah satu warisan budaya yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi. Melalui seni tutur, masyarakat tidak hanya menyampaikan cerita, tetapi juga mewariskan nilai-nilai kehidupan, sejarah, adat istiadat, hingga kearifan lokal yang menjadi identitas suatu daerah.

Di berbagai daerah di Indonesia, seni tutur hadir dalam beragam bentuk, seperti pantun, syair, gurindam, hikayat, legenda, cerita rakyat, hingga petuah adat. Semua itu disampaikan dengan pilihan kata yang indah, intonasi yang khas, dan penuh makna, sehingga mudah dipahami sekaligus menarik untuk didengarkan.

Dikutip dari https://kemenbud.com/, seni tutur memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat. Melalui cerita dan nasihat yang disampaikan, generasi muda diajak memahami nilai kejujuran, kerja keras, gotong royong, rasa hormat kepada orang tua, serta pentingnya menjaga persatuan. Tak heran jika sebelum berkembangnya media modern, seni tutur menjadi salah satu sarana pendidikan yang efektif di tengah masyarakat.

Di Kepulauan Riau dan kawasan budaya Melayu, seni tutur memiliki kedudukan yang istimewa. Tradisi berpantun, bersyair, dan pembacaan gurindam tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan pesan moral, nasihat, bahkan diplomasi dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa kepiawaian bertutur telah lama menjadi bagian dari budaya Melayu yang menjunjung tinggi kesantunan dan kebijaksanaan.

Di tengah perkembangan teknologi digital, seni tutur tetap relevan untuk dilestarikan. Justru kini terbuka banyak peluang untuk mengenalkan seni tutur kepada generasi muda melalui media sosial, podcast, video kreatif, maupun berbagai festival budaya. Dengan cara tersebut, tradisi lisan dapat terus hidup dan dikenal lebih luas.

Melestarikan seni tutur berarti menjaga jati diri bangsa. Ketika cerita, pantun, syair, dan petuah terus diwariskan, maka nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya akan tetap hidup di tengah masyarakat. Seni tutur bukan sekadar rangkaian kata-kata indah, melainkan jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan budaya Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....