Tradisi Unik Lebaran di Kepri yang Masih Terjaga

  • 31 Mar 2026 09:33 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Hari Raya Idulfitri tidak hanya menjadi momen kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi dan melestarikan budaya. Di wilayah Kepulauan Riau, suasana Lebaran terasa khas dengan berbagai tradisi unik yang masih terus dijaga hingga kini.

Salah satu tradisi yang masih kuat adalah Open House atau “rumah terbuka”. Masyarakat membuka pintu rumah bagi siapa saja, baik keluarga, tetangga, hingga tamu yang datang tanpa undangan. Tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan dan keramahan khas budaya Melayu yang begitu kental di Kepri.

Selain itu, ada pula tradisi Halal Bihalal, kenduri atau makan bersama. Warga biasanya menyajikan berbagai hidangan khas seperti lontong, rendang, hingga kue-kue tradisional. Momen ini bukan sekadar makan bersama, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.

Tradisi ziarah kubur juga menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran. Biasanya dilakukan menjelang atau setelah hari raya, masyarakat mengunjungi makam keluarga untuk berdoa dan mengenang orang-orang tercinta yang telah berpulang.

Tak kalah menarik, beberapa daerah di Kepri juga masih mempertahankan tradisi berbalas pantun saat berkumpul bersama keluarga atau dalam acara tertentu. Tradisi ini menjadi hiburan tersendiri sekaligus memperkuat identitas budaya Melayu di tengah modernisasi.

Di tengah perkembangan zaman, berbagai tradisi ini tetap dijaga oleh masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur. Lebaran di Kepri pun tidak hanya dirayakan sebagai hari besar keagamaan, tetapi juga sebagai momentum menjaga nilai budaya dan kebersamaan.

Dengan terus dilestarikan, tradisi-tradisi ini diharapkan dapat diwariskan kepada generasi muda, sehingga kekayaan budaya lokal tetap hidup dan menjadi kebanggaan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....