Peringatan Hari Filateli, Kenang Sejarah lewat Koleksi Perangko
- 29 Mar 2026 12:33 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Peringatan Hari Filateli Indonesia setiap tanggal 29 Maret menjadi momen penting bagi para pecinta perangko untuk mengenang sejarah dan perkembangan dunia filateli di Tanah Air. Filateli merupakan kegiatan mengoleksi dan mempelajari perangko serta benda pos lainnya yang memiliki nilai sejarah dan seni.
Di Indonesia, kegiatan ini telah berkembang sejak lama dan menjadi bagian dari edukasi tentang perjalanan komunikasi dan budaya. Dalam peringatan tahun ini, sejumlah komunitas filateli mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali mengenal perangko sebagai media pembelajaran yang menarik.
Selain itu, koleksi perangko juga dinilai memiliki nilai ekonomi dan investasi yang menjanjikan. Para pegiat filateli berharap momentum ini dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap dunia koleksi perangko yang kini mulai tergerus perkembangan teknologi digital.
Peringatan Hari Filateli Indonesia tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga upaya melestarikan warisan sejarah melalui benda kecil yang sarat makna. Di kutip dari Posindonesia.co.id, sejarah filateli tidak terlepas dari kemunculan perangko pertama di dunia, yaitu Penny Black yang diterbitkan di Inggris pada tahun 1840.
Perangko ini menandai awal sistem pembayaran prabayar untuk pengiriman surat dan menjadi tonggak lahirnya hobi mengoleksi perangko. Istilah filateli sendiri berasal dari bahasa Yunani, yakni “philos” yang berarti cinta dan “ateleia” yang berarti bebas pajak.
Filateli kemudian berkembang menjadi kegiatan mengoleksi, mempelajari, serta mengklasifikasikan perangko dan benda pos lainnya, seperti amplop hari pertama dan cap pos. Pada pertengahan abad ke-19, hobi ini mulai populer di berbagai negara Eropa dan kemudian menyebar ke seluruh dunia.
Banyak kolektor yang tertarik karena perangko tidak hanya berfungsi sebagai alat kirim surat, tetapi juga memuat nilai sejarah, budaya, hingga tokoh penting suatu negara. Di Indonesia, perkembangan filateli mulai terlihat sejak masa kolonial Hindia Belanda, ketika perangko digunakan sebagai alat komunikasi resmi.
Setelah kemerdekaan, filateli semakin berkembang dengan terbitnya berbagai perangko bertema nasional, budaya, dan peristiwa penting.
Kini, meskipun teknologi digital telah menggeser penggunaan surat, filateli tetap bertahan sebagai hobi sekaligus sarana edukasi. Koleksi perangko bahkan memiliki nilai seni dan ekonomi yang tinggi, terutama bagi edisi langka dan bersejarah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....