Wisata Religi ke Pulau Penyengat Jadi Tradisi Lebaran Warga Tanjungpinang

  • 26 Mar 2026 17:06 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Momen Hari Raya Idulfitri tidak hanya dimanfaatkan masyarakat untuk bersilaturahmi, tetapi juga diisi dengan kegiatan wisata religi. Salah satu destinasi favorit warga Kota Tanjungpinang adalah Pulau Penyengat, yang dikenal sebagai pusat sejarah dan religi di Kepulauan Riau.

Setiap tahun, usai melaksanakan salat Idulfitri, masyarakat berbondong-bondong menyeberang ke Pulau Penyengat untuk berziarah dan menikmati suasana religius yang kental dengan nuansa Melayu-Islam. Kunjungan ini menjadi tradisi turun-temurun yang terus dilestarikan hingga saat ini.

Pulau Penyengat memiliki sejumlah situs bersejarah, seperti Masjid Raya Sultan Riau yang ikonik dengan warna kuningnya, serta kompleks makam para raja dan tokoh penting Kesultanan Riau-Lingga. Selain beribadah, masyarakat juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenalkan nilai sejarah kepada generasi muda.

Salah seorang warga Tanjungpinang, Nasrullah, mengatakan bahwa wisata religi ke Pulau Penyengat sudah menjadi agenda rutin keluarganya setiap Lebaran. Ia mengaku suasana Lebaran terasa lebih lengkap setelah berkunjung ke Pulau Penyengat.

“Setiap tahun kami sekeluarga pasti ke Penyengat. Selain berziarah, kami juga ingin anak-anak tahu sejarah dan budaya Melayu yang ada di sini,” ujar Nasrullah, Kamis 26 Maret 2026.

Selain sebagai tempat ibadah dan ziarah, Pulau Penyengat juga menawarkan daya tarik wisata budaya, seperti bangunan bersejarah dan tradisi masyarakat setempat yang masih terjaga. Dengan tradisi wisata religi ini, Pulau Penyengat tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga simbol spiritual dan identitas budaya masyarakat Tanjungpinang di momen Hari Raya Idulfitri.

“Rasanya ada ketenangan tersendiri saat berdoa di sana. Sekalian juga bisa jalan-jalan menikmati suasana pulau yang khas,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....