Tradisi “Air Kaleng” Warnai Momen Lebaran di Tanjungpinang
- 26 Mar 2026 15:30 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Perayaan Idulfitri di Kota Tanjungpinang tidak hanya identik dengan halal bihalal dan hidangan khas lebaran, tetapi juga dengan tradisi unik yang dikenal sebagai “air kaleng”. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam menyambut tamu yang datang bersilaturahmi ke rumah-rumah warga.
Menjelang hari raya, masyarakat biasanya mulai berburu minuman kemasan kaleng dalam jumlah besar untuk disiapkan di rumah. Minuman tersebut nantinya disajikan kepada para tamu yang datang, sebagai bentuk jamuan sekaligus simbol penghormatan.
Tradisi air kaleng ini telah berlangsung sejak lama dan menjadi ciri khas masyarakat di Kepulauan Riau, khususnya Tanjungpinang. Bahkan, kebiasaan ini tidak banyak ditemukan di daerah lain di Indonesia.
Selain disajikan, air kaleng juga sering dijadikan sebagai bingkisan atau hantaran antar tetangga, kerabat, hingga rekan kerja. Tradisi ini tidak hanya dilakukan oleh umat Muslim, tetapi juga melibatkan masyarakat lintas agama sebagai bentuk toleransi dan kebersamaan.
“Kalau lebaran tanpa air kaleng rasanya kurang lengkap. Biasanya kita siapkan beberapa kardus untuk tamu,” ucap Daryati, Kamis 26 Maret 2026.
Tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tradisi ini juga berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Penjualan minuman kaleng di swalayan maupun toko kelontong biasanya meningkat signifikan menjelang lebaran.
Dalam perkembangannya, tradisi air kaleng juga mengalami perubahan. Dahulu, masyarakat lebih sering menyajikan minuman sirup atau soda botol, namun seiring waktu beralih ke minuman kaleng yang dinilai lebih praktis dan mudah disajikan.
“Hingga kini, tradisi penyajian air kaleng tetap bertahan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Lebaran di Tanjungpinang, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan, saling berbagi, dan kehangatan antarwarga,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....