Jauhi Ghibah dan Gunjing, Jaga Lisan Demi Kehidupan yang Harmonis

  • 23 Mar 2026 06:51 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, tanjungpinang - Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah lepas dari interaksi sosial. Berbicara, berdiskusi, dan bertukar cerita menjadi bagian dari aktivitas yang lumrah dilakukan.

Namun, di tengah kebiasaan tersebut, ada satu hal yang sering dianggap sepele tetapi memiliki dampak besar, yaitu ghibah dan gunjing. Kebiasaan membicarakan keburukan orang lain ini perlu dijauhi karena dapat merusak hubungan, melukai perasaan, dan menciptakan suasana yang tidak sehat di tengah masyarakat.

Dikutip dari https://muhammadiyah.or.id/2020/08/dilarang-bergunjing-ghibah/, ghibah adalah membicarakan seseorang di belakangnya mengenai hal-hal yang tidak ia sukai, meskipun hal tersebut benar adanya. Sementara gunjing sering dipahami sebagai kebiasaan mengobrol tentang aib, kekurangan, atau kehidupan orang lain secara berlebihan. Dalam ajaran Islam, ghibah termasuk perbuatan yang dilarang karena tidak hanya menyakiti sesama, tetapi juga mencerminkan kurangnya penjagaan terhadap lisan.

Kebiasaan ghibah dan gunjing kerap muncul dalam suasana santai, obrolan ringan, atau pertemuan sehari-hari. Tanpa disadari, pembicaraan yang awalnya dianggap biasa justru berubah menjadi pembahasan yang menyinggung kehormatan orang lain.

Hal inilah yang membuat ghibah menjadi perbuatan yang berbahaya, karena sering dilakukan tanpa rasa bersalah dan lama-kelamaan dianggap sebagai hal lumrah.

Dampak dari ghibah dan gunjing sangatlah besar. Bagi orang yang menjadi bahan pembicaraan, tentu hal itu dapat menimbulkan rasa malu, sakit hati, dan hilangnya kepercayaan terhadap lingkungan sekitar. Sementara bagi pelakunya, kebiasaan tersebut dapat mengotori hati, merusak akhlak, serta menumbuhkan sikap iri, dengki, dan prasangka buruk. Jika terus dibiarkan, ghibah dapat memicu pertengkaran, permusuhan, bahkan perpecahan di tengah masyarakat.

Menjauhi ghibah berarti belajar menjaga lisan agar tetap berbicara dalam hal-hal yang baik dan bermanfaat. Setiap orang perlu menyadari bahwa tidak semua hal harus dibicarakan, apalagi jika berkaitan dengan aib dan kekurangan orang lain.

Lebih baik menggunakan waktu untuk menyampaikan nasihat, berbagi ilmu, atau membicarakan hal-hal positif yang dapat memberi manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Selain menjaga lisan, penting pula untuk menjaga hati dari prasangka buruk. Sering kali ghibah berawal dari rasa iri, tidak suka, atau kebiasaan menilai orang lain tanpa memahami keadaan yang sebenarnya. Oleh karena itu, membiasakan berpikir positif dan menahan diri untuk tidak ikut dalam pembicaraan yang tidak baik menjadi langkah penting dalam membangun lingkungan sosial yang sehat.

Dalam kehidupan bermasyarakat, kebiasaan saling menghormati harus terus dipelihara. Menghargai kehormatan orang lain merupakan bagian dari akhlak mulia yang perlu ditanamkan sejak dini. Ketika seseorang mampu menahan diri dari ghibah dan gunjing, maka ia sedang menjaga persaudaraan, memperkuat rasa saling percaya, dan menciptakan suasana yang lebih damai dalam pergaulan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....