Tradisi memberi THR, Ajarkan Anak Arti Berbagi

  • 19 Mar 2026 21:43 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Tradisi memberi Tunjangan Hari Raya (THR) kepada anak-anak telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perayaan Hari Raya di Indonesia. Momen ini selalu dinanti, terutama oleh anak-anak yang dengan penuh antusias menunggu amplop berisi rezeki dari orang tua, saudara, hingga kerabat. Lebih dari sekadar pemberian uang, THR menyimpan nilai kebersamaan dan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Melansir dari unair.co.id, bahwa beberapa catatan Sejarah Kerajaan Mataram Islam, budaya ini sudah terjadi pada abad ke-16 hingga ke-18. Para raja dan bangsawan biasa memberikan uang baru sebagai hadiah kepada anak-anak para pengikutnya saat Idulfitri. Hadiah uang baru tersebut mereka bagikan sebagai bentuk rasa syukur.

Di balik tradisi tersebut, terdapat kesempatan berharga bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada anak. Memberikan THR bukan hanya tentang memberi, tetapi juga mengajarkan anak bagaimana menerima dengan rasa syukur. Anak-anak dapat diajak memahami bahwa setiap rezeki yang diterima merupakan berkah yang patut dihargai.

Selain itu, THR juga bisa menjadi sarana edukasi finansial sejak dini. Orang tua dapat mengajarkan anak untuk membagi uang yang diterima ke dalam beberapa pos, seperti, menabung, bersedekah, dan kebutuhan pribadi. Dengan cara ini, anak belajar mengelola keuangan secara sederhana namun bermakna.

Tak kalah penting, momen ini juga dapat digunakan untuk menanamkan nilai berbagi kepada sesama. Anak-anak bisa diajak menyisihkan sebagian THR mereka untuk membantu yang membutuhkan, seperti memberi kepada teman atau menyumbang ke kegiatan sosial. Dari sini, anak belajar bahwa kebahagiaan tidak hanya datang dari menerima, tetapi juga dari memberi.

Tradisi THR juga mempererat hubungan keluarga. Saat berkumpul dan saling memberi, tercipta suasana hangat yang memperkuat ikatan emosional antaranggota keluarga. Anak-anak pun merasakan langsung makna kebersamaan yang menjadi inti dari perayaan Hari Raya.

Pada akhirnya, tradisi memberi THR bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sarana pembelajaran yang penuh makna. Dengan bimbingan yang tepat, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang bijak, peduli, dan mampu menghargai setiap bentuk rezeki. Inilah nilai utama yang menjadikan tradisi THR tetap relevan dari generasi ke generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....