AI Datang Membawa Perubahan, Manusia Harus Bagaimana?

  • 30 Sep 2026 08:15 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari pendidikan, pekerjaan, bisnis, hingga layanan publik. Perkembangan ini membuat kemampuan manusia untuk beradaptasi menjadi semakin penting agar teknologi dapat digunakan sebagai alat bantu, bukan sekadar diikuti tanpa pemahaman.

Dikutip dari https://www.gramedia.com/best-seller/kecerdasan-buatan/, AI mampu membantu manusia menyelesaikan berbagai pekerjaan dengan lebih cepat, seperti mengolah informasi, membuat rangkuman, menerjemahkan teks, hingga menganalisis data. Namun, kemampuan tersebut tetap membutuhkan manusia yang mampu memberikan arahan, memeriksa hasil, dan mempertimbangkan apakah informasi yang dihasilkan benar serta sesuai kebutuhan.

Kehadiran AI juga membuat keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja terus berubah. Kemampuan menggunakan teknologi perlu berjalan bersama dengan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan.

Adaptasi terhadap AI bukan berarti setiap orang harus menjadi ahli teknologi atau mampu membuat sistem kecerdasan buatan. Lebih penting adalah memahami cara kerja dasarnya, mengetahui manfaat dan keterbatasannya, serta mampu menggunakannya secara bertanggung jawab.

Bagi pelajar dan mahasiswa, perkembangan AI dapat menjadi kesempatan untuk memperluas cara belajar dan mencari informasi. Meski demikian, penggunaan AI tetap perlu disertai kejujuran akademik agar teknologi tidak menggantikan proses berpikir dan usaha dalam memahami suatu materi.

Di dunia kerja, peningkatan keterampilan juga menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan teknologi. Pekerja dapat terus belajar menggunakan perangkat digital, mengikuti pelatihan, dan mengembangkan kemampuan yang sulit digantikan mesin, seperti kreativitas, empati, komunikasi, serta kemampuan memahami kebutuhan manusia.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah kemampuan memilah informasi. AI dapat menghasilkan jawaban dengan cepat, tetapi pengguna tetap perlu melakukan pemeriksaan terhadap sumber dan kebenaran informasi sebelum menggunakannya untuk mengambil keputusan atau menyebarkannya kepada orang lain.

Karena itu, kesiapan SDM Indonesia menghadapi AI tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak teknologi yang digunakan. Kesiapan tersebut juga bergantung pada kemauan untuk terus belajar, berpikir kritis, menjaga etika, dan menjadikan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....