Fenomena Unik di Jepang: Pria yang Disewa Khusus untuk "Tidak Melakukan Apa-Apa"
- 29 Sep 2026 08:36 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Di tengah tingginya tekanan hidup dan fenomena kesepian di era modern, seorang pria asal Tokyo, Jepang, menciptakan jenis pekerjaan yang terbilang sangat tidak biasa. Shoji Morimoto mendulang popularitas global dengan menawarkan jasa Rent a Do-Nothing Man atau menyewakan dirinya hanya untuk hadir tanpa melakukan aktivitas apa pun.
Melalui perusahaannya yang dinamai Rental Person Who Does Nothing, Morimoto tidak menawarkan keahlian khusus, percakapan mendalam, ataupun bantuan fisik. Dilaporkan oleh The Washington Post, tugas Morimoto sangat sederhana: ia hanya hadir secara fisik, duduk di dekat klien, memberikan respons singkat bila disapa, dan secara umum tidak melakukan apa-apa.
Meskipun konsepnya terdengar tidak masuk akal, permintaan terhadap jasanya sangat tinggi. Mengutip laporan Reuters, Morimoto mematok tarif sebesar 10.000 Yen (sekitar Rp1 juta) untuk setiap sesi layanan, di luar biaya transportasi dan makan. Selama kurun waktu beberapa tahun, ia telah melayani lebih dari ribuan transaksi dari berbagai klien dengan ragam latar belakang.
Klien yang menyewa Morimoto memiliki alasan yang bervariasi. Beberapa orang menyewanya untuk sekadar menemani makan di restoran agar tidak merasa canggung sendirian, mendampingi saat menyerahkan berkas perceraian, hingga mendengarkan curahan hati tanpa memberikan penilaian (non-judgmental presence).
Fenomena keberhasilan bisnis Morimoto ini mendapat perhatian luas dari para sosiolog dunia. Penelitian dari pakar sosiologi di The University of Tokyo serta publikasi dalam BBC World Service menyoroti layanan ini mencerminkan fenomena isolasi sosial (hikikomori) dan tingginya beban ekspektasi sosial di masyarakat Jepang modern, banyak orang membutuhkan kehadiran sesama tanpa merasa terbebani oleh keharusan menjaga percakapan.
Melalui kehadirannya yang pasif, Morimoto justru memberikan ruang aman bagi kliennya untuk menjadi diri sendiri tanpa rasa takut dihakimi. Keberhasilan bisnis tak biasa ini bahkan telah diadaptasi menjadi serial drama televisi dan diterbitkan dalam bentuk buku memoir yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia.
Kisah Morimoto menunjukkan di era yang menuntut produktivitas tinggi dan interaksi serba cepat, terkadang rasa nyaman yang paling dibutuhkan seseorang hanyalah kehadiran sederhana tanpa adanya tuntutan atau tekanan apa pun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....