Pria di Inggris Raih Untung Besar dengan Menjual Udara Segar Pedesaan dalam Toples

  • 22 Sep 2026 14:35 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Sebuah ide bisnis yang terdengar mustahil dan mengada-ada justru berhasil mendatangkan keuntungan finansial yang tidak sedikit. Leo De Watts, seorang pengusaha asal Inggris, menciptakan peluang usaha unik dengan mengemas dan menjual udara segar pedesaan dalam wadah toples kaca ke berbagai negara di dunia.

Melalui perusahaannya yang dinamai Aethaer, De Watts mengumpulkan udara dari wilayah pedesaan Inggris yang masih asri, seperti Dorset, Somerset, dan Wales. Dilaporkan oleh The Independent, setiap toples udara segar berkapasitas 580 mililiter tersebut dibanderol dengan harga mencapai 80 Poundsterling atau sekitar Rp1,5 juta.

Target pasar utama dari produk unik ini adalah masyarakat yang tinggal di kota-kota besar dunia dengan tingkat polusi udara yang sangat tinggi. Mengutip laporan BBC, sebagian besar pesanan datang dari kota-kota berpolusi berat, seperti Beijing dan Shanghai di Tiongkok, udara bersih menjadi barang yang sangat langka.

Proses pengumpulan udara dilakukan secara manual menggunakan jaring khusus yang dipasang di area terbuka bersih pada pagi hari. Pabrikan mengklaim metode ini memastikan udara yang tertangkap benar-benar murni, kaya akan oksigen, serta terbebas dari paparan zat emisi kendaraan maupun industri.

Meski sempat memicu perdebatan dan dinilai sekadar trik pemasaran oleh sebagian pihak, bisnis ini rupanya mendapat respons pasar yang sangat tinggi. Publikasi dari The Telegraph mencatat ratusan toples udara segar berhasil terjual hanya dalam beberapa minggu pertama setelah produk tersebut resmi diluncurkan.

Beberapa konsumen membeli udara kalengan ini untuk benar-benar dihirup sebagai terapi kesegaran sesaat, sementara yang lain menjadikannya sebagai barang koleksi yang unik. Kehadiran produk ini juga secara tidak langsung menjadi bentuk kampanye dan sentilan terhadap krisis kualitas udara yang kian memburuk di kawasan perkotaan global.

Fenomena bisnis tak biasa ini membuktikan kesadaran masyarakat akan isu lingkungan kian meningkat. Lebih dari sekadar komoditas dagang, udara segar kini bertransformasi menjadi aset berharga yang bernilai ekonomi tinggi di tengah maraknya polusi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....