Pemuda Pancasila Buru Bibit Unggul dari Panggung FDBL

  • 13 Sep 2026 16:32 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Lingga - Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Lingga tak ingin berhenti pada seremoni dan pidato. Tahun ini, momentum 28 Oktober 2026 bakal dimanfaatkan sebagai panggung untuk memburu bakat, kreativitas, dan potensi generasi muda daerah.

Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Lingga menyiapkan Festival Dangdut Pencarian Bakat Kabupaten Lingga (FDBL) sebagai rangkaian kegiatan menyambut Hari Sumpah Pemuda.

Festival tersebut dirancang menjadi ruang terbuka bagi anak muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mendapatkan perhatian publik.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Lingga, Armanto Arsyad, mengatakan rangkaian kegiatan akan melibatkan masyarakat dengan dominasi peserta dari kalangan generasi muda. Sejumlah perlombaan disiapkan untuk memberikan pilihan bagi peserta dengan beragam minat dan kemampuan.

“Kita akan menyelenggarakan beberapa perlombaan menjelang Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober nanti,” kata Arman, Minggu, 13 September 2026.

Selain festival dangdut, kegiatan akan diramaikan lomba karaoke lagu daerah, domino, fashion show hingga stand up comedy. Panitia juga menyiapkan doorprize untuk menambah daya tarik rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Halaman Gedung Djoang, Implasemen Dabo Singkep.

Rangkaian acara dijadwalkan berlangsung sejak awal Oktober hingga puncak peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026. Namun, di balik panggung hiburan tersebut, Pemuda Pancasila membawa target yang lebih serius, yakni menemukan bibit unggul dan potensi muda dari Lingga.

Arman menegaskan FDBL tidak dirancang hanya sebagai ajang mencari pemenang lomba.

“Kegiatan ini untuk mencari bibit unggul dan potensi daerah Lingga," ujarnya.

Peserta yang menunjukkan kemampuan menonjol akan diperhatikan dan didorong untuk terus mengembangkan potensinya setelah festival berakhir.

"Kalau nanti ada peserta yang memiliki potensi, akan terus kita perhatikan dan kita dorong untuk mengasah kemampuannya,” ungkap Arman.

Juri utama dalam perlombaan tersebut adalah King Rhama yang akan ikut melihat dan menilai kemampuan para peserta. Kehadiran juri diharapkan tidak sekadar menentukan pemenang, tetapi turut membantu mengidentifikasi talenta yang memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh.

Arman mengatakan pihaknya ingin agar bakat yang muncul dari panggung FDBL tidak berhenti setelah lampu panggung dipadamkan. Talenta tersebut diharapkan dapat dibina dan diberi ruang untuk berkembang dari tingkat desa, daerah, hingga memiliki kesempatan berkompetisi di tingkat nasional.

Dengan konsep itu, FDBL ingin menjadikan panggung di Dabo Singkep sebagai titik awal perjalanan talenta muda Lingga. Bukan tidak mungkin, dari perlombaan sederhana tersebut muncul suara emas, performer baru, atau figur kreatif yang kelak membawa nama Lingga ke panggung yang lebih besar.

Rangkaian kegiatan ini mendapat dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga, HIPMI Lingga, PLN Dabo Singkep serta Komunitas Lingga Media Group (LMG). Dukungan tersebut diharapkan memperkuat ruang kolaborasi agar kegiatan kepemudaan tidak berhenti sebagai agenda tahunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....